Logo Header Antaranews Makassar

Unjuk Rasa Peringatan Harkitnas Tuntut Kedaulatan Bangsa

Kamis, 20 Mei 2010 13:17 WIB
Image Print
MAKASSAR - AKSI KEBANGKITAN NASIONAL. Sejumlah pengunjukrasa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Makassar berunjukrasa memperingati hari Kebangkitan Nasional di gedung DPR Sulsel, Kamis (20/5). Mereka meminta agar pe

Makassar (ANTARA News) - Aksi unjuk rasa mahasiswa memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang digelar Front Rakyat Anti Korupsi (Fraksi) di Makassar, mendesak pemerintah segera membangun kedaulatan bangsa agar keluar dari keterpurukan.

"Untuk membangkitkan kembali bangsa ini, tiga hal yang medesak dilakukan yakni membangun kedaulatan bangsa, hentikan korupsi dan neoliberalisme," kata Jenderal Lapangan Fraksi M Alwi di Makassar, Kamis.

Alwi yang mewakili 15 perhimpunan organisasi mahasiswa di Makassar yang tergabung dalam Fraksi, mengatakan, setelah 102 tahun kebangkitan bangsa Indonesia melawan penjajahan untuk mendapatkan kedaulatan nasional, kini dibawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono kehilangan semangat kebangsaannya.

Dia mengatakan, pemerintah Indonesia terlalu didikte dengan kebijakan Amerika Serikat, menyebabkan negeri ini tidak lagi berdaulat secara politik, bahkan ketergantungan terhadap modal asing membuat negeri ini tidak mandiri secara ekonomi.

"Nafsu komsumtif dan keserakahan pemerintah kita membuat negeri ini pun kehilangan kepribadian atas kebudayaan yang diwariskan para leluhur kita," kata Alwi dalam orasinya.

Lebih jauh dia mengatakan, penjajahan gaya baru yang dikenal dengan istilah "neoliberalisme", telah memicu hukum dan keadilan diperjualbelikan, para koruptor masih berkeliaran yang ditandai dengan belum tuntasnya skandal Bank Century, makelar kasus dan belum tertangkapnya mafia perpajakan.

Di sisi lain, fenomena yang ironis di lapangan juga menjadi pemandangan sehari-hari seperti lemahnya kemajuan sektor pendidikan dan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Berkaitan dengan hal tersebut, Fraksi menuntut mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan mantan Gubernur BI Boediono harus bertanggung jawab terhadap skandal Bank Century.

Selain itu, mendesak segera menangkap dan mengadili makelar kasus dan mafia pajak, menegakkan supremasi hukum, KPK harus tegas dalam penuntasan skandal Bank Century, mengambil alih industri tambang asing, menghentikan kebijakan pasar bebas dan membangun indutri nasional.

Aksi unjuk rasa mahasiswa yang diikuti sedikitnya 100 orang mahasiswa ini digelar di bawah jalan layang Makassar. Selain menggelar orasi, mahasiswa juga membentangkan spanduk yang bertuliskan, hentikan segala bentuk korupsi, neoliberalisme dan segera bangun kedaulatan bangsa. (T.S036/S016)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026