Indonesia siap menjadi negara tujuan investasi dunia

id Investasi,kementerian perdagangan,kemendag

Indonesia siap menjadi negara tujuan investasi dunia

Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan Arlinda pada forum diskusi Hari Lada di Jakarta, Selasa. (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Dengan aliran investasi dan kondisi politik yang stabil, tahun ini ekonomi Indonesia terus meningkat dan diperkirakan akan lebih meningkat pada tahun 2020

Jakarta (ANTARA) - Indonesia siap menjadi negara tujuan investasi dunia dengan dukungan pasar yang besar, di mana Indonesia merupakan pusat produksi dan juga tujuan investasi berbagai negara di dunia.



Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Arlinda saat menjadi salah satu narasumber dalam acara The 7th US-Indonesia Investment Summit 2019 di Jakarta.



"Dengan aliran investasi dan kondisi politik yang stabil, tahun ini ekonomi Indonesia terus meningkat dan diperkirakan akan lebih meningkat pada tahun 2020," ujar Arlinda lewat keterangannya di Jakarta, Sabtu.



Di bidang kemudahan dalam berusaha (ease of doing business), Indonesia menempati peringkat 128 pada tahun 2013 dan melesat ke peringkat 73 pada tahun 2019. Dalam waktu enam tahun tersebut, pemerintah Indonesia menyederhanakan dan memperbaiki semua peraturan yang terkait dengan kegiatan ekonomi.



Perdagangan dan investasi Indonesia akan didorong melalui Lima Prioritas Presiden Joko Widodo, yaitu pengembangan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, menyederhanakan peraturan, menyederhanakan birokrasi, dan transformasi ekonomi.



Arlinda juga menyampaikan arah kebijakan ekonomi Indonesia, khususnya kebijakan perdagangan.



Pertama, meningkatkan ekspor dan investasi untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Dari lima prioritas presiden, reformasi peraturan dan birokrasi adalah agenda utama untuk membentuk lingkungan yang ramah bisnis.



Kedua, segera menyelesaikan negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung. Saat ini Indonesia sudah memiliki perjanjian perdagangan dengan beberapa negara, yaitu negara-negara anggota ASEAN, Australia, Selandia Baru, Tiongkok, India, Korea, Jepang, Chile, Islandia, Liechtenstein, Norwegia, Swiss, Mozambik, dan Palestina.



Ketiga, menjalin perjanjian dan meningkatkan hubungan dagang dengan pasar nontradisional, di antaranya Kolombia, Peru, Nigeria, Uni Pabean Afrika Selatan, Kenya, Djibouti, Sri Lanka, Uni Ekonomi Eurasia, dan negara-negara Mercosur.



“Kami harap para pelaku usaha dapat memanfaatkan kondisi ekonomi Indonesia yang sedang berkembang ini, sehingga dapat mendorong perdagangan internasional dan peningkatan investasi di Indonesia,” pungkas Arlinda.

Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar