China serang AS di G20 sebagai sumber ketidakstabilan terbesar di dunia

id Hubungan China Amerika,China kritik AS

China serang AS di G20 sebagai sumber ketidakstabilan terbesar di dunia

Dokumentasi - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping saat pertemuan bilateral kedua negara pada KTT pemimpin negara G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). ANTARA/REUTERS/Kevin Lamarque/aa.

Amerika Serikat terlibat dalam unilateralisme dan proteksionisme, dan merusak multilateralisme dan sistem perdagangan multilateral. Negara itu sudah jadi faktor yang tak stabil terbesar di dunia
Beijing (ANTARA) - Amerika Serikat merupakan sumber ketidakstabilan terbesar di dunia dan para politisinya pergi ke berbagai tempat di dunia dengan tanpa dasar menjelek-jelekkan China, kata diplomat tinggi pemerintah China pada Sabtu dalam serangan yang menyentak dalam pertemuan G20 di Jepang.

Hubungan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia itu telah menukik tajam di tengah-tengah perang dagang - yang mereka berusaha atasi - dan pernyataan-pernyataan mengenai hak asasi manusia, Hong Kong dan dukungan AS kepada Taiwan.

Saat bertemu dengan Menteri Belanda Stef Blok di sela pertemuan para menteri luar negeri anggota G20 di Kota Nagoya, Jepang, Penasihat Negara Wang Yi tidak dapat menahan kritiknya terhadap AS.

"Amerika Serikat terlibat dalam unilateralisme dan proteksionisme, dan merusak multilateralisme dan sistem perdagangan multilateral. Negara itu sudah jadi faktor yang tak stabil terbesar di dunia," kata Kementerian Luar Negeri China mengutip Wang.

Ditambahkan, AS telah menggunakan, untuk maksud politik, mesin negara guna menekan bisnis-bisnis China yang sah dan membuat tuduhan-tuduhan tanpa dasar terhadap bisnis-bisnis itu, yang merupakan tindakan perundungan.

"Para politisi tertentu AS telah mencemarkan (citra) China di mana-mana di dunia, tetapi tidak menunjukkan bukti."

Amerika Serikat juga telah menggunakan hukum domestik untuk "campur tangan secara keji" dalam urusan internal China, berusaha merusak "satu negara, dua sistem", stabilitas dan kesejahteraan Hong Kong, katanya.

Sumber: Reuters

 
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar