Akademisi Unhas : kualitas demokrasi dapat dilihat dari partisipasi pemilih

id akademi unhas,Fajrulrahman Jurdi,kualitas demokrasi ,partisipasi pemilih

Akademisi Unhas : kualitas demokrasi dapat dilihat dari partisipasi pemilih

Suasana diskusi terbuka bertema "Menata Demokrasi Pilkada Langsung di Sulawesi Selatan” di Gedung FH Unhas, Kampus Tamalanrea Makassar, Kamis,(12/12). ANTARA/HO-Humas Unhas

Makassar (ANTARA) - Akademisi Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Fajrulrahman Jurdi menjelaskan jika kualitas demokrasi dapat dilihat dari partisipasi pemilih yang kian baik yang didasari berbagai faktor seperti kandidiat, metode kampanye, upaya parpol, pemberitaan dan sosialisasi oleh media, serta kuatnya persaingan antar kandidat.

Fajrulrahman Jurdi mengatakan itu saat dalam acara diskusi terbuka bertema ”Menata Demokrasi Pilkada Langsung di Sulawesi Selatan” di Gedung FH Unhas, Kampus Tamalanrea Makassar, Kamis.

“Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kelemahan terkait oligarki partai, praktik 'money politic', serta transaksi jual beli suara yang masih kerap kali terjadi. Hal ini perlu menjadi perhatian ke depannya,” kata Fajrulrahman.

Kegiatan diskusi ini dihadiri sejumlah nara sumber, yakni Ketua KPU Sulawesi Selatan (Faisal Amir, SE, MM), Ketua Presidium JADI (Mardiana Rusli, SE, M.Ikom), Komisioner Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Selatan (Dr. Khaerul Mannan SH, MH), Akademisi Fakultas Hukum (Fajrulrahman Jurdi SH, MH), dan Presiden BEM Fakultas Hukum Unhas (Muh. Iksan).

Ketua KPU Sulsel Faisal Amir dalam materinya menyebutkan demokrasi yang berkualitas ditentukan oleh penyelenggara pemilu yang memiliki integritas dan peserta pemilu yang cerdas.

“Kedua elemen ini memainkan peran strategis. Penyelenggara yang berintegritas namun tanpa didukung oleh peserta pemilu yang cerdas dan kritis akan sulit mewujudkan pemilu yang demokratis dan kredibel,” kata Faisal.

Ketua Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JADI), Mardiana Rusli memaparkan berbagai permasalahan yang saat ini menjadi kendala dalam penyelenggaraan pemilu. Hal ini merupakan hasil temuan yang diperoleh JADI dari serangkaian Pemilu yang lalu.

“Beberapa persoalan seperti ketersediaan anggaran pilkada, hak memilih bagi penyandang disabilitas, hak pencalonan bagi mantan koruptor adalah beberapa isu yang harus menjadi perhatian. Selain itu, juga ada persoalan di masyarakat sebagai pemilih yakni, berita hoaks dan isu-isu SARA yang berkembang yang berdampak pada personaliti kandidat,” kata Mardiana.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar