Kampanye produk DN di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur

id Kampanye Produk Dalam Negeri

Kampanye produk DN  di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur

Direktur Peningkatan Penggunaan Pemasaran Dalam Negeri Kementrian Perdagangan Ida Rustini (berdiri) menjadi pembicara pada Kampanye Penggunaan Produk Dalam Negeri di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Sabtu (14/12/2019) dengan moderator Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Riffah Arini. Acara yang dibarengi dengan bazzar UKM tersebut diikuti oleh Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Kuala Lumpur. Foto ANTARA/Agus Setiawan. (1)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Kementerian Perdagangan RI bekerjasama dengan Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur menyelenggarakan Kampanye Penggunaan Produk Dalam Negeri dan bazar Usaha Kecil Menengah (UKM) di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Sabtu.

Kampanye tersebut menghadirkan Direktur Peningkatan Penggunaan Pemasaran Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Ida Rustini sebagai pembicara dengan moderator Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Riffah Arini.

Peserta sosialisasi adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Kuala Lumpur dan sekitarnya.



"Sesuai Kepres 24 Tahun 2018 bahwa Tim Kementerian Perdagangan sebagai ketua tim sosialisasi penggunaan produk Indonesia, jadi kami sosialisasi di dunia terutama di luar negeri agar kita selalu ingat dengan produk Indonesia sehingga penggunaan produk dalam negeri akan meningkat," ujar Ida Rustini.

Dia mengatakan sekarang masih terjadi defisit neraca perdagangan sehingga dengan membeli produk Indonesia bisa meningkatkan produk Indonesia dimanapun berada.

"Produk Indonesia ke Malaysia cukup banyak apalagi Malaysia tidak terlalu memproteksi sehingga nilai perdagangan Indonesia ke Malaysia mengalami surplus," katanya.



Dia mengatakan selain melakukan sosialiisi ke Malaysia pihaknya juga melakukan sosialisasi ke Taiwan dan Jeddah karena memiliki pekerja migran yang banyak.

Pada kesempatan yang sama Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, Riffa Ariny mengatakan berdasarkan data BPS transaksi perdagangan Indonesia dan Malaysia mulai Januari hingga September 2019 mencapai 12,1 miliar dollar AS dan dalam jangka waktu tersebut Indonesia surplus 1 miliar dollar AS.

"Sektor yang mendukung surplus tersebut adalah komoditi nonmigas. 20 komoditi terbesar kita didominasi oleh bahan baku untuk industri Malaysia seperti batu bara, chemical, peralatan mesin sedangkan produk-produk 'food and beverage' dan 'consumers' belum masuk produk 50 komuditi," katanya.

Sementara itu bazar UKM turut diikuti Mandiri Remittance, Telin Malaysia yang menawarkan aplikasi MyKedai untuk pengisian voucher dan membayar tagihan, stand Ikatan Pengusaha Muslim (Ipemi) Indonesia dan sejumlah produk industri rumah tangga.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar