
50 Kabupaten Tertinggal Ditargetkan Tertanggulangi pada 2014

Mamuju (ANTARA News) - Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini mengatakan sebanyak 50 dari 183 kabupaten tertinggal akan tuntas tertanggulangi pada akhir 2014.
"Kami menargetkan kabupaten tertinggal ini dapat diangkat derajatnya menjadi daerah yang lebih maju, dan minimal 50 kabupaten akan tuntas tertanggulangi pada 2014," katanya, di Mamuju, Sabtu.
Menurut dia, salah satu visi pembangunan daerah tertinggal adalah mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat yang setara dengan daerah yang maju untuk ketahanan nasional.
"Untuk mencapai hal tersebut, semua pihak khususnya para pemangku kepentingan di daerah harus mampu melakukan pengelolaan kekayaan daerah untuk peningkatan kesejahteraan rakyat," katanya.
Ia mengatakan kebijakan nasional di bidang pembangunan daerah tertinggal sebagai perwujudaan pemerataan pembangunan di tanah air khususnya bagi kawasan daerah tertinggal itu sendiri.
"Kebijakan nasional untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal itu diharapkan dapat dilaksanakan secara tepat dan terarah bagi kemakmuran rakyat," katanya.
Menurut dia, potensi daerah yang melimpah ruah harus dapat dikelola maksimal, dan minimal pemerintah daerah mendorong masuknya investor untuk mengelola kekayaan daerah.
"Sulbar adalah daerah yang memiliki banyak peluang investasi untuk mendongkrak ketertinggalannya. Peluang itu harus dapat dimanfaatkan dengan baik, karena muaranya adalah bagi peningkatan ekonomi rakyat," katanya.
Ia mengatakan salah satu program yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sulbar adalah Bangun Mandar, yaitu gerakan pembangunan desa mandiri berbasis masyarakat, yang merupakan harapan baru untuk menuntaskan daerah-daerah tertinggal.
"Program ini telah kami angkat menjadi program nasional karena program itu jelas, dan tepat sasaran untuk kesejahteraan masyarakat di daerah setempat," katanya.(T.KR-ACO/M008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
