
Wagub harap TPID Sulbar bersinergi stabilkan inflasi

Mamuju (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulawesi Barat Enny Anggraeni Anwar berharap Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan para pemangku kepentingan di daerah itu bekerja sama mensinergikan kegiatan yang bertujuan untuk pengendalian inflasi yang rendah dan stabil.
"Saya yakin melalui sinergi yang baik, inflasi Sulbar di sepanjang 2020 diharapkan pada level rendah dan stabil, yakni pada kisaran 3,5 persen," kata Enny Anggraeni Anwar, pada "High Level Meeting/HLM" TPID Sulbar, yang berlangsung di ruang rapat Lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Rabu.
Kegiatan tersebut diikuti 50 orang peserta yang merupakan TPID Sulbar dengan menghadirkan dua narasumber, yakni pimpinan Bank BPD Cabang Mamuju Syarifuddin Haruna dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar Win Rizal.
Wagub mengatakan, ekonomi Sulbar tumbuh melambat, yakni hanya sebesar 4,67 persen, dengan urutan ke-25 dari 34 provinsi di Indonesia dan berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,02 persen.
"Ini menjadi perhatian bagi kita semua untuk lebih memicu aktivitas kegiatan perekonomian, salah satunya adalah melalui stabilitas harga yang tercermin dalam tingkat inflasi di Sulbar," ucapnya.
Upaya mengawal tingkat inflasi Sulbar dalam level yang rendah dan stabil lanjutnya menjadi sangat penting.
Namun lanjut Wagub, aktivitas kegiatan ekonomi di Sulbar masih dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar, seperti rendahnya konektivitas dan efisiensi sistem logistik, tingginya ketergantungan produksi pangan pada sektor cuaca serta struktur pasar yang terdistorasi juga merupakan tantangan terbesar bagi terjaganya stabilitas harga.
"Hal ini mengakibatkan perkembangan harga di daerah masih rentan dipengaruhi oleh gejolak dari segi pasokan. Disamping itu, melihat berbagai pengalaman sebelumnya, kebijakan strategis pemerintah di bidang harga, seperti penetapan harga BBM bersubsidi, tarif tenaga listrik, LPG dan bea cukai rokok cenderung diikuti perubahan harga-harga umum di daerah," papar Enny Anggraeni Anwar.
Dengan berbagai persoalan tersebut kata Wagub, memerlukan koordinasi kebijakan yang solid dan kuat antara kebijakan moneter, fiskal dan sektoral, termasuk kebijakan pemerintah daerah untuk menghasilkan paduan kebijakan yang saling mendukung sebagai upaya pencapaian sasaran inflasi.
Sementara, tekait roadmap pengendalian inflasi 2019-2021 yang telah dirumuskan TPID Sulbar, ia juga berharap, hal itu dapat disinergikan dengan rencana kerja pemerintah daerah, baik di provinsi maupun kabupaten, agar pengelolaan pengendalian inflasi dapat dilakukan secara terarah dalam upaya pencapaian sasaran inflasi nasional yang rendah dan stabil.
Melalui kesempatan itu, Enny Anggraeni Anwar meminta, agar TPID Sulbar membahas lebih awal upaya mengendalikan inflasi menjelang datangnya bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.
"Dalam kegiatan ini perlu juga kita bicarakan mengenai pengendalian inflasi menjelang Ramadhan yang waktunya kurang lebih 70 hari lagi, agar kita tidak terburu-buru. Hal ini juga kita lakukan pada tahun-tahun sebelumnya, dan Alhamdulillah bisa memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat Sulbar," terang Enny Anggraeni Anwar.
Pewarta : Amirullah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
