Logo Header Antaranews Makassar

Wali Kota Makassar : Garuda Di Lautku upaya mengembalikan kejayaan maritim

Minggu, 15 Maret 2020 14:49 WIB
Image Print
Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Samad Suhaeb bersama ratusan siswa Saka Bahari Pramuka usai pemecahan rekor MuRi peniupan peluit TNI AL secara serentak di Makassar, Minggu, (15/3/2020). ANTARA/Muh Hasanuddin

Makassar (ANTARA) - Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Samad Suhaeb menyatakan beberapa rangkaian dari kegiatan "Garuda Di Lautku" adalah bagian dari upaya mengembalikan kejayaan dunia maritim ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan.

"Sejak zaman kerajaan, Makassar dikenal hingga ke mancanegara sebagai wilayah maritim. Beberapa rangkaian kegiatan 'Garuda Di Lautku' ini adalah bagian dari upaya mengembalikan kejayaan itu," ujar Iqbal Samad Suhaeb di Makassar, Minggu.

Ia mengatakan semangat dan antusiasme yang ditunjukkan oleh ratusan siswa sekolah menengah atas (SMA) yang tergabung dalam Saka Bahari Pramuka menandakan sikap patriotisme dan nasionalisme yang tinggi.

Apalagi sejumlah latihan yang dijalaninya dengan instruktur berpengalaman dari TNI AL semakin menumbuhkan semangat tersebut.

Selain latihan, para siswa Saka Bahari Pramuka ini juga diajak berkeliling dan mengenal lebih dekat tentang dua kapal layar tiang tinggi (KRI) Dewaruci dan Bima Suci-945.

"KRI Dewaruci adalah satu-satunya kapal layar tiang tinggi yang legendaris dan telah berkeliling dunia sejak puluhan tahun silam. Sekarang KRI Dewaruci sudah ada penerusnya yakni KRI Bima Suci," katanya.

Iqbal menerangkan Kapal Bima Suci akan menjadi sejarah baru dalam dunia kebaharian. Masyarakat Sulawesi Selatan khususnya Makassar agar bisa belajar dari sejarah dan kembali mengembangkan tentang semangat kebaharian itu.

Sebelumnya, Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas di beberapa kesempatan, menyampaikan bahwa event "Garuda Di Lautku" ini menjadi penting sebagai gerakan yang bertujuan memicu detonasi dan menggelorakan semangat bela negara dalam mencintai laut Indonesia.

"Kenapa kami memilih Pulau Kodingareng Keke sebagai tempat untuk pelaksanaannya, karena pulau ini merupakan ikon wisata bawah laut Provinsi Sulawesi Selatan yang tidak terlihat sejak 10 tahun terakhir," katanya.

Secara geografis posisi pulau tersebut tepat berada di tengah-tengah Indonesia.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026