
Pemkot Kendari liburkan siswa sebagai langkah antisipasi penyebaran COVID-19

Tidak masuk ruang kelas selama dua pekan bukan kalender libur sekolah tetapi siswa dan guru diharapkan menjalin komunikasi belajar dari rumah. Artinya, pengalihan tempat belajar di rumah masing-masing anak didik
Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara meliburkan selama dua pekan kegiatan belajar mengajar para siswa Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona jenis baru (COVID-19).
Walikota Kendari Sulkarnain di Kendari, Minggu, mengatakan kebijakan itu sebagai upaya dini mencegah merebak COVID-19 di daerah itu.
"Tidak masuk ruang kelas selama dua pekan bukan kalender libur sekolah tetapi siswa dan guru diharapkan menjalin komunikasi belajar dari rumah. Artinya, pengalihan tempat belajar di rumah masing-masing anak didik," kata dia usai rapat bersama jajaran pemerintah kota setempat.
Kebijakan pengalihan proses belajar anak didik tersebut menyikapi merebaknya COVID-19 yang sudah ditemukan 92 kasus.
Sehubungan dengan kebijakan tersebut, ia mengharapkan, anak didik tetap belajar atau mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru di bawah pemantauan orang tua di rumah masing-masing.
Ia mengimbau masyarakat menghindari tempat-tempat pertemuan yang melibatkan banyak orang sebagai upaya preventif dari penularan virus corona.
"Ini semua dalam rangka meminimalisir potensi terjadinya penyakit menular yang mencemaskan tersebut," ujarnya.
Warga juga diimbau memperhatikan pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan-makanan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh.
Pewarta : Sarjono
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
