
Pengungkapan Kasus Pembobolan ATM Dalam Sepekan Ini

Makassar (ANTARA News) - Batas waktu pengungkapan kasus pembobolan mesin anjungan tunai mandiri di Jalan Cendrawasih dan Urip Sumoharjo Makassar serta pencurian di rumah Polda Sulselbar tinggal tinggal menunggu waktu dalam pekan ini.
"Pokoknya semua kasus pembobolan ATM dan pencurian termasuk yang terjadi di rumah Kabidku Kepala Bidang Keuangan (Kadidku) harus terungkap dalam dua minggu," ujar Kapolda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Irjen Pol Adang Rochjana di Makassar, Minggu.
Ia mengatakan, kasus pencurian di dua tempat penarikan uang tunai serta rumah Kabidku Polda Sulselbar Kombes Sri Kusharyati itu terjadi hanya berselang dua hari.
Karena itu, ia meminta agar kasus pembobolan dan pencurian itu segera diungkap secepatnya agar tidak meresahkan masyarakat.
Kapolda juga mengancam akan mencopot setiap pimpinan dan jajarannya yang tidak mampu mengungkap kasus permapokan yang terjadi di Makassar.
"Kalau tidak bisa mengungkap semua perampokan yang terjadi di Makassar dan sekitarnya saya akan copot semua pimpinan dan timnya karena tidak becus," tegasnya.
Sejumlah upaya telah dilakukan dan tim identifikasi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Apalagi, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Chairul Anwar juga sudah membentuk tim khusus yang terdiri atas beberapa anggota Reskrim Polrestabes dan Polsekta Mariso serta Polresta Panakkuukang Makassar untuk melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku.
Tim bentukan kapolrestabes itu merupakan anggota pilihan yang dianggap mampu mengungkap sejumlah kasus perampokan, namun sebelum kasusnya terungkap justru perampok kembali beraksi lagi.
Sebelumnya, aksi perampokan terjadi di dua tempat berbeda Minggu (11/7), satu unit mesin ATM di Jalan Cendrawasih Makassar dibawa kabur dengan isi brankas mesin ATM sekitar Rp450 juta.
Sedangkan mesin ATM di Jalan Urip Sumoharjo tepat di depan kantor keuangan tidak sempat dibobol kawanan perampok tersebut karena pihak sekuriti keburu datang sehingga para perampok yang menggunakan mobil langsung meninggalkan tempat.
"Diduga perampokan yang terjadi di dua tempat itu adalah orang yang sama, namun karena sekuritinya keburu datang akhirnya pelaku langsung kabur," ujarnya.
Sebelumnya, pelaku yang diduga berjumlah lima orang juga merusak tempat penarikan ATM serta merusak kamera CCTV. (T.KR-MH/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
