Logo Header Antaranews Makassar

Dinkes Gowa : Isolasi mandiri ODP tekan penularan COVID-19

Selasa, 14 April 2020 09:14 WIB
Image Print
Ilustrasi - Data pantauan COVID-19 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Gowa (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan tentang pentingnya warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) melakukan isolasi mandiri guna menekan penularan virus corona baru (COVID-19) di daerah itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa dr Hasanuddin di Gowa, Selasa, mengatakan segala upaya menghentikan penularan pandemi virus itu, fokus memantau, serta mengobati pasien ODP, PDP, maupun positif, terus dilakukan pemerintah.

Ia menyatakan isolasi mandiri warga kategori ODP maupun pasien dalam pengawasan (PDP) akan membantu menekan penularan COVID-19.

Dia meminta semua warga mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah dan tidak keluar untuk sementara waktu jika tidak terlalu mendesak, guna mencegah penularan COVID-19.

"Yang isolasi mandiri di rumah, sembakonya tetap ditanggung pemerintah dan setiap saat dipantau kondisinya oleh tim kesehatan, sedangkan untuk masyarakat umum tetap di rumah saja dulu, jangan keluar rumah," katanya.

Jumlah pasien positif COVID-19 di daerah itu, tercatat 22 orang, sedangkan ODP 253 orang dan PDP 90 orang.

Data informasi terpadu di Media Center COVID-19 Kabupaten Gowa mengatakan data-data tentang warga dengan status ODP, PDP, dan positif COVID-19 diperbaharui setiap hari, pukul 20.00 Wita.

"Untuk data-data tentang pasien itu, baik yang terkategori ODP, PDP, maupun positif COVID-19 itu diperbaharui setiap hari dan diumumkan setiap malam jam 20.00 Wita," ujarnya.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengajak seluruh warga mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari penularan COVID-19.

"Jika memang harus terpaksa berada di luar rumah karena ada urusan mendesak dan lain hal yang mengharuskan tidak bisa berada di rumah, sebaiknya mengenakan masker agar terhindar dari penularan virus," ujarnya.

Ia mengatakan imbauan mengenakan masker juga telah menjadi instruksi Presiden RI, Joko Widodo pada rapat terbatas dan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Awalnya memang kita diperintahkan penggunaan masker hanya bagi yang sakit saja, tapi sekarang tidak lagi. Alasannya karena ada individu yang terjangkit COVID-19 tapi tidak memiliki gejala klinis, jadi ini sebagai bentuk kita menjaga diri dari penularan virus," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat rajin mencuci tangan menggunakan sabun sesuai standar kesehatan, baik sebelum makan, sebelum menyentuh barang, termasuk sebelum menyentuh muka.

"Mari kita saling mengingatkan demi kebaikan kita bersama, saya melindungi anda, dan anda melindungi saya," ucapnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026