
Gubernur Sulsel minta penanganan COVID-19 di Makassar dimaksimalkan

COVID-19 ini kalau Makassar selesai, 80 persen kasus positif di Sulsel selesai
Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah meminta semua kepala daerah, wali kota hingga bupati ikut membantu agar penanganan COVID-19 di Kota Makassar semakin dimaksimalkan.
"COVID-19 ini kalau Makassar selesai, 80 persen kasus positif di Sulsel selesai," katanya usai memantau pelaksanaan tes cepat massal gratis di Kantor PKK Sulsel di Makasar, Senin.
"Kemarin saya kumpulkan seluruh bupati dan wali Kota, keluhannya satu tolong selesaikan soal kasus Makassar. Sebab banyak warga kita kembali ke daerah malah menjadi penular ke daerahnya,” sambung Nurdin.
Nurdin Abdullah mengatakan pertemuan ini merupakan langkah penanganan COVID-19 unuk menekan penyebaran virus ini, sekaligus menyatukan langkah dan membuat kesepahaman bersama.
"Pertemuan itu sangat penting sekali untuk mengambil langkah bersama-sama, membuat kesepahaman bersama dalam menjaga daerah kita semua," kata Nurdin Abdullah.
Lanjut Nurdin Abdullah, pandemi COVID-19 masih dinantikan vaksin dan obat patennya. Sampai vaksin ditemukan, maka perlu dipersiapkan langkah-langkah strategis yang dilakukan agar penyebaran tidak semakin meluas. Selanjutnya, di tengah pandemi, masyarakat harus hidup dengan protokol kesehatan.
Pada pertemuan di Gubernuran itu, Bupati dan Wali Kota juga memaparkan kondisi dan langkah penanganan, termasuk sinergi antara daerah.
Nurdin Abdullah menyampaikan Kota Makassar adalah episentrum penyebaran. Oleh karena itu, Makassar sudah membuat rambu-rambu terkait penanganan.
Warga masuk dan keluar dipastikan orang yang tidak punya potensi penularan. Pemkot Makassar sedang menggodok perwalinya, seperti harus memiliki keterangan tidak terpapar COVID-19.
"Makassar jaga warganya, kabupaten/kota yang lain juga ikut menjaga warganya," imbuhnya.
Ia menyebutkan akan ada puncak pandemi yang tadinya diperkirakan akhir Juni, tapi ternyata masih melewati waktu tersebut.
Beberapa hal yang dipaparkan oleh pakar epidemiologi Unhas Prof Dr Ridwan Amirudin terkait perkembangan dan data COVID-19 di Sulsel.
Pemutakhiran data hingga 4 Juli, jumlah total kasus positif 5.758 orang, dirawat 3.579 orang. cure rate 35,5 persen atau 2.026 orang sembuh, case fatality rate 3,1 persen atau 181 orang meninggal, dirawat 61,4 persen.
Laju insidensi Sulsel per 100.000 penduduk 61,1 orang, jumlah kematian COVID-19 per 100.000 penduduk 1,9 orang, sedangkan indikator surveilans pemeriksaan PCR total specimen 50.865, 4.174 per 1.000.000 penduduk, hasil PCR Positif 14,6 persen.
Dari hasil pemetaan zonasi resiko per kabupaten/kota, daerah masuk kategori hijau Bantaeng, Barru, Palopo, Tana Toraja, Toraja Utara dan Wajo. Kategori Kuning yakni Bone, Luwu Utara, Selayar dan Soppeng.
Sedangkan kategori orange di antaranya Enrekang, Jeneponto, Luwu, Pangkep, Pinrang, Sidrap dan Sinjai. Yang masuk zona merah yakni Bulukumba, Gowa, Luwu Timur, Makassar, Maros, Parepare dan Takalar.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
