Logo Header Antaranews Makassar

Warga Sulbar Aman dari Konflik Tarakana

Jumat, 1 Oktober 2010 04:33 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Ketua Kerukunan Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) Provinsi Kalimantan Timur, Prof Dr Mas Jaya, memastikan, warga rantau suku Mandar yang bermukim di wilayah konflik Tarakan dinyatakan aman dan tidak terlibat dalam kerusuhan.

"Warga kita yang telah lama bermukim di Tarakan saat ini aman-aman saja dan tidak terlibat dalam konflik berdarah dua kelompok massa yang telah merenggut lima korban jiwa ini," kata Mas Jaya melalui telepon selular Tarakan-Mamuju, Kamis.

Menurutnya, konflik yang terjadi di Tarakan yang telah merenggut nyawa ini adalah kriminal murni dan bukan konflik antar suku, sehingga masyarakat diminta baik suku Mandar yang ada di Kaltim maupun yang ada di Sulbar, agar tidak terprovokasi dengan isu yang dapat memecah kesatuan di republik ini.

"Saya minta keluarga Mandar, baik yang ada di perantauan, maupun yang ada di Sulbar, tidak menjadi tumbal provokasi oleh oknum-oknum penyebar 'virus' karena peristiwa konflik berdarah di Tarakan murni kriminal," ucapnya.

Ia mengemukakan, masalah ini baiknya diserahkan saja kepada aparat hukum dalam hal ini jajaran kepolisian Kota Tarakan, untuk mengusut tuntas peristiwa ini.

Jaya mengemukakan, saat konflik terjadi dirinya langsung melakukan komunikasi dengan Ketua II KKMSB Tarakan, M Tahir, yang kebetulan tengah berada di daerah konflik.

"Saat suasana memanas, masyarakat Suku Mandar, warga lokal dan suku lainnya langsung dievakuasi ke barak-barak TNI Yonif 613 Raja Alam yang ada di pinggiran kota untuk menghindari meluasnya konflik," jelasnya.

Sejak masyarakat ditampung di barak-barak TNI ternyata memiliki arti bermakna karena semua etnis akhirnya menyatu dan saat ini pun mereka telah dikembalikan ke rumah masing-masing pasca dilakukan upaya perdamaian diantara kedua kelompok bertikai.

Saat proses perdamaian tersebut juga hadir Wakapolri, Yusuf Manggabarani salah satu putra terbaik berdarah Sulbar dan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, jelasnya.

Dia melaporkan, sejak pagi, Kamis, aktivitas di Kota Tarakan sudah mulai normal. Warga yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumah mereka masing-masing.

Demikian halnya dengan kantor-kantor juga sudah beroperasi dan pelayanan sudah mulai berjalan, toko juga telah buka sehingga warga tidak lagi kesulitan mencari makanan.

Jaya menuturkan, meskipun situasi keamanan sudah dianggap kondusif namun personil keamanan yang dikerahkan ke Tarakan masih terus siaga.

"Keamanan Kota Tarakan saat ini sepenuhnya di bawah kendali TNI dan Polri. Kita berharap, situasi yang kondusif ini tetap terjaga dengan baik," pungkasnya. (T.KR-ACO/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026