
Budidaya Rumput Laut Bantaeng Belum Digarap Maksimal

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Areal pengembangan budidaya rumput laut Kabupaten Bantaeng yang terbentang seluas 5.375 Ha belum digarap maksimal sebab dari areal seluas itu, baru 3.815 Ha yang dimanfaatkan atau sekitar setengah dari potensi areal budidaya yang dimiliki.
Dengan kondisi tersebut tergambar bahwa potensi areal budidaya rumput laut di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini masih terbuka untuk dikembangkan.
Hal itu terungkap pada Lokakarya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan dan Perikanan (PNPM ? MKP) di Bantaeng, Selasa.
Lokakarya sehari tersebut diikuti 50 peserta utusan kelompok pengolah dan budidaya rumput laut di Kabupaten berjuluk Butta Toa ini, kata Ketua Panitia Ir Amriani Anwar, MSi.
Pembukaan lokakarya tersebut ditandai penyerahan buku rekening secara simbolis kepada kelompok budidaya Pakalabbiri dan Julu Ati serta kelompok Pengolahan Mega Anugerah dari Bupati Bantaeng yang diwakili Asisten II Syamsu Suli disaksikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bantaeng H Abd Latief Naikang.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan Syamsu Suli mengatakan, potensi rumput laut Bantaeng terbentang disepanjang garis pantai 21,5 kilometer yang meliputi 16 desa/kelurahan.
Desa dan kelurahan tersebut merupakan desa pesisir yang didiami 802 rumah tangga perikanan nelayan dan 3.819 rumah tangga perikanan pembudidaya rumput laut .
Ia berharap, masyarakat memanfaatkan potensi tersebut dengan baik untuk mendorong peningkatan kesejahteraan sebab sebagian besar masyarakat pesisir dan nelayan masih tergolong masyarakat miskin (tertinggal).
Untuk itu, sambung Syamsu Suli mengutip Bupati, diperlukan kepedulian dari semua pihak. Departemen Kelautan dan Perikanan sendiri melakukannya melalui program nasional mandiri.
Ini merupakan komitmen nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan, terangnya seraya mengatakan, Bantaeng merupakan salah satu kabupaten dari 120 kabupaten di Indonesia yang mendapat program nasional tersebut.
Daerah ini sudah dua tahun ditunjuk sebagai penerima dana PNPM ? MKP yang sumber dananya dari Kementerian DKP, tambah bupati yang menyatakan, sasaran program adalah masyarakat yang berdiam di wilayah pesisir.
Selain itu, masyarakat di luar pesisir yang memiliki kegiatan di bidang perikanan dan kelautan seperti kegiatan budidaya, penangkapan dan pengolahan hasil perikanan serta wirausahawan baru yang terdiri atas sarjana yang baru memulai usaha di bidang kelautan dan perikanan juga menjadi sasaran, tandasnya.
Bupati Bantaeng berharap, pelaksanaan PNPM - MKP lebih menyentuh sasaran program. Ia juga berharap, hasil lokakarya ini dapat dijadikan rujukan untuk pengambilan keputusan dalam pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan di masa datang. (T.pso-102/F003)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
