Logo Header Antaranews Makassar

Puluhan Anggota Polres Majene Nyaris Bentrok Wartawan

Rabu, 20 Oktober 2010 03:16 WIB
Image Print

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Puluhan anggota Polres Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, nyaris memukuli seorang wartawan harian, AA yang hendak melakukan peliputan pelepasan calon haji (calhaj) Majene yang dipusatkan di lapangan Prasamya Majene, Selasa, Malam.

Pemantauan Antara di Majene, terlihat puluhan aparat kepolisian yang sedang bertugas mengamankan proses pemberangkatan calhaj di daerah nyaris memukuli seorang wartawan, AA yang hendak masuk dalam areal stadion tempat acara pelepasan calhaj tersebut.

Menurut AA, sebelum didatangi puluhan petugas keamanan Polres Majene, dirinya baru hendak memasuki stadion Prasamya yang dijadikan kawasan tempat pelepasan Calhaj di daerah itu. Namun belum sempat masuk, dirinya langsung dicegat dan diperiksa oleh petugas keamanan.

"Saya sudah memperlihatkan ID Card peliputan haji yang diberikan oleh Kabag Humas Pemkab Majene selaku panitia penyelenggara pemberangkatan haji. Namun, petugas tetap ngotot untuk tidak meloloskan saya masuk melakukan tugas-tugas jurnalistik," kata dia.

Ia mengatakan, polisi mencegat dirinya karena telah dicurigai sebagai wartawan bodrek alias wartawan tanpa surat kabar,

"Karena saya ngotot ingin melakukan liputan, puluhan polisi pun langsung mengeluarkan ancaman agar saya diamankan ke markas polres Majene bahkan mereka (polisi red) nyaris melayangkan pukulan, beruntung masih ada salah seorang petugas keamanan yang menghalau upaya pemukulan yang dilakukan beberapa anggota Polres Majene," jelasnya.

Upaya pengeroyoan oleh anggota Polres pun melemah setelah beberapa anggota wartawan lainnya mendinginkan suasana sehingga wartawan AA diijinkan untuk melakukan liputan.

Sementara itu Kapolres Majene, AKP Muhamaad Jamal, mengungkapkan, jajarannya melakukan pengamanan super ketat untuk mengantisipasi membludaknya warga masuk ke tempat pelepasan jemaah haji.

"Petugas sangat selektif sehingga melakukan pemeriksaan bagi masyarakat yang tidak memiliki kepentingan masuk dalam areal kegiatan," jelasnya.

Ia meminta maaf, jika pelayanan aparatnya yang terbilang berlebihan itu telah mengganggu khususnya para jurnalis yang hendak meliput kegiatan ini. Sementara itu Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Sulbar, Farhan, menyesalkan adanya intimidasi yang dilakukan oleh jajaran polres Majene terhadap pekerja pers.

"Saya mengutuk keras tindakan arogan jajaran Polres Majene yang melakukan penekanan terhadap para pencari berita," kata dia. (T.KR-ACO/J006)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026