Logo Header Antaranews Makassar

Indonesia Perlu Terapkan "Smart Diplomacy"

Rabu, 20 Oktober 2010 16:22 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Dalam menjalankan politik luar negeri, khususnya di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik, Indonesia sudah seharusnya menerapkan metode "Smart Diplomacy".

Demikian diungkapkan Pengamat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Prof Ikrar Nusa Bhakti, saat Pertemuan Kelompok Ahli Politik Luar Negeri RI dan New Global Architecture, di Makassar, Rabu.

Menurutnya, Smart Diplomacy ini merupakan penggabungan antara metode Soft Diplomacy dan Hard Diplomacy.

Metode ini dijalankan dengan cara meyakinkan berbagai negara bahwa stabilitas kawasan adalah kepentingan bersama demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Jika hanya mengandalkan soft diplomacy atau hard diplomacy semata, maka Indonesia justru akan mengalami kendala dalam melaksanakan diplomasi dengan negara negara lain.

"Dengan begitu, terciptalah dunia yang lebih adil, lebih sejahtera serta aman dan damai," tuturnya.

Dalam hal ini, kata dia, Indonesia menempatkan diri sebagai warga internasional yang baik juga merupakan bagian dari diplomasi internasional.

Ia mengatakan, diplomasi internasional tidak akan berhasil jika tidak secara total mengajak semua pemangku kepentingan, baik institusi negara maupun kalangan masyarakat sipil.

Selain itu, kata dia, Smart Diplomacy ini juga dapat diterapkan untuk menghadapi gerakan Kantian Tradisional yang terus mendukung separatisme di tanah air. (T.pso-103/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026