Logo Header Antaranews Makassar

Tokoh dorong penyelenggara pilkada di Sulsel edukasi COVID-19

Sabtu, 5 September 2020 16:47 WIB
Image Print
Suasana dialog kebangsaan membahas terkait pandemi COVID-19 ditengah pelaksanaan Pilkada Serentak 12 kabupaten kota, di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (5/9/2020).

Makassar (ANTARA) - Sejumlah pengamat dan tokoh masyarakat mendorong penyelenggara pilkada serentak di Provinsi Sulawesi Selatan untuk ikut memberikan edukasi pencegahan dan penularan, mengingat pelaksanaan pesta demokrasi di 12 kabupaten kota, masih diselimuti pandemi Coronavirus Disease (COVID-19).

"Pandemi Covid masih menjadi kekhawatiran semua warga, sementara tahapan Pilkada serentak sudah dimulai. Tentu semua pihak harus menjaga diri dari ancaman terpapar virus itu," ujar Kapuslitbang Konflik, Demokrasi, Hukum dan Humaniora LPPM Universitas Hasanuddin (Unhas) Sakka Pati saat dialog kebangsaan di Makassar, Sabtu.

Menurut dia, kondisi pandemi yang berlangsung saat ini menjadi suatu tantangan besar bagi negara untuk keluar dari ancaman itu. Bahkan dampaknya sangat besar dan luas terutama pada persoalan ekonomi dan politik.

Ancaman di wilayah politik, papar dia, bisa dilihat dengan lahirnya berbagai gerakan yang dapat mengancam disharmonisasi bangsa. Untuk itu penyelenggara Pilkada disemua jajaran didorong untuk ikut memberikan edukasi apalagi proses tahapan sedang berlangsung.

"Kita tidak ingin melihat adanya perbedaan yang justru semakin melemahkan jalannya pemerintahan. Kita harus bersama menguatkan pemerintah untuk keluar dari ujian COVID-19," papar dosen Fakultas Hukum Unhas Makassar itu

Dalam dialog kebangsaan itu, tokoh agama, Abdul Wahid menyampaikan, wabah COVID-19 tentu ada plus dan minusnya, karena masyarakat sebagian tidak sepakat bahwa virus ini ada.

Sehingga, diperlukan edukasi yang dilakukan terus menerus. Jika dikaitkan dengan stabilitas pemerintahan apalagi ditengah pelaksanaan Pilkada serentak seharusnya ini menjadi persoalan bersama.

"Kita mesti kompak dengan seluruh komponen bangsa, bahwa masalah yang dihadapi bangsa hari ini, kita juga harus bersinergi, tanpa kekompakan maka disharmonisasi bangsa itu bisa saja muncul," harap Wahid.

Sementara Ketua Nahdatul Ulama (NU) Kota Makassar, KH Kaswad Sartono mengatakan wabah COVID-19 ini memang ada. Negara Arab saja menghentikan umroh, dan haji diseluruh dunia. Sehingga masyarakat Indonesia, khususnya di Sulsel harus menjaga harmonis ditengah Pandemi saat pelaksanan Pilkada serentak.

"Indonesia cukup harmonis, walau beda dukungan di lapangan tapi saat di saat masa Pilkada ini harus ama sama berperan. Perbedaan itu ada, dan mari kita hormati perbedaan itu, dengan melakukan kerja sama walau beda pilihan," tutur Kabid Haji dan Umroh, Kanwil Kemenag Sulsel itu.

Dialog kebangsaan tersebut juga dihadiri Presidium DPP GMNI, Didin Indra Saputra serta Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Sulselbar Ahmad Akbar.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026