
Bantaeng Kirim Tenaga Dokter ke Mentawai

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Dalam upaya memperkuat tim medis yang menangani tragedi kemanusiaan di Mentawai, Sumatera Barat, Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengirim seorang tenaga dokter ke daerah yang dilanda bencana tsunami itu.
Dokter yang dikirim tersebut memiliki keterampilan dan terlatih di Brigade Siaga Bencana (BSB) Kabupaten Bantaeng, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dr Hj Takudaeng, M.Kes di kantornya, Jumat.
Menurut dia, relawan bidang kesehatan ini akan bergabung dengan relawan medis lainnya di Makassar untuk melanjutkan perjalanan ke daerah bencana.
Belum ada keterangan jadwal keberangkatan ke lokasi bencana, namun Kadiskes dr Hj Takudaeng mengatakan, permintaan tenaga untuk Bantaeng hanya seorang dokter.
"Sebenarnya kami memiliki tenaga terlatih di bidang penanganan gawat darurat terpadu dan general emergency life support, namun tim provinsi hanya meminta satu orang dokter," urainya.
Karena hanya seorang, maka Bantaeng mengirim dokter muda yang terampil di bidang kedaruratan dan emergency life support, tambahnya seraya menunjuk dr Gione yang sudah siap berangkat ke Makassar untuk bergabung dengan tim lainnya.
Dia mengatakan, relawan medis dari daerah ini semula dipesiapkan ke Wasior, Papua Barat, namun ternyata kondisinya sudah lebih baik sehingga tim relawan medis dari daerah ini tidak jadi berangkat.
Menjawab pertanyaan, Takudaeng mengatakan, keikutsertaan tenaga dokter dari Bantaeng menunjukkan kepercayaan. "Ini juga merupakan tanggung jawab nasional terhadap kondisi masyarakat Indonesia yang mengalami bencana dimanapun dia berada," terangnya.
Karena itu, ia berharap, duta Bantaeng ini dapat memberikan yang terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan tetap dapat menjaga nama baik daerah, ujarnya.
"Tunjukkan keterampilan yang selama ini diperoleh, baik dalam pelatihan maupun dalam kegiatan BSB yang sudah dilakukan selama ini," tambah Kadiskes yang menilai penting menjaga kepercayaan.
Ia juga mengemukakan pentingnya terus-menerus menggali kegiatan kedaruratan agar tidak vakum. Sebaliknya, semakin banyak mengambil bagian, semakin mengasah keterampilan kita di bidang kemanusiaan.
Meski begitu, Takudaeng berharap, tetap melakukan koordinasi dengan Satkorlak dan tim lainnya, pintanya.
Sebelumnya, dr Gione menyatakan tekadnya untuk mempersembahkan yang terbaik untuk membantu dan mengurangi beban masyarakat di bidang medis. "Dengan bekal keterampilan yang dimiliki selama ini, saya akan memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan medis," tuturnya.
Selain membantu tenaga medis ke Mentawai, daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini juga telah mengirim 50 kantong darah untuk masyarakat Wasior, Papua Barat.
(T.pso-102/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
