
Pemprov Sulsel dorong sektor prioritas bangkitkan perekonomian

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali mendorong sejumlah sektor prioritas agar bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang terdampak dari Coronavirus Disease (COVID-19) pada kuartal III dan IV tahun 2020.
"Sektor pertanian, perdagangan, konstruksi, pariwisata dan transportasi merupakan hal yang paling strategis untuk diberikan sentuhan dalam mendorong Sulsel untuk bisa tetap tumbuh positif di kuartal III dan IV akan datang," kata Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah di Makassar, Jumat.
Untuk itu, kata dia, arahan optimalisasi di masing-masing sektor tersebut menjadi warna tersendiri pada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2020 yang telah diajukan dalam waktu dekat ini.
Selain itu, sentuhan pada daerah terisolir, perbatasan dan kepulauan tetap ditargetkan akan semakin menggeliatkan pertumbuhan dari tingkat bawah.
"Sehingga pencapaian pertumbuhan yang kita targetkan, akan lebih berkualitas karena ditopang dari level bawah yang tidak terlalu sensitif terhadap gejolak ekonomi global yang terus terjadi saat ini," ujar mantan Bupati Banteng dua priode itu.
Menanggapi sejumlah catatan atas laporan Badan Anggaran DPRD Sulsel yang disampaikan soal dampak ekonomi, kata dia, tentunya menjadi arahan bagi Pemprov untuk percepatan pemulihan ekonomi yang terpuruk pada kuartal I dan II tahun 2020.
"Kita semua berharap Sulsel ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi di luar pulau Jawa. Oleh karena itu, untuk optimalisasi pencapaian harapan tersebut, selain bertumpu pada dukungan APBD, kita juga berharap supporting dari berbagai pihak untuk bersama-sama bangkit dari keterpurukan akibat pandemi COVID-19 ini," harapnya.
Selanjutnya, untuk perubahan APBD tahun anggaran 2020 ini, kata Nurdin, tentu dibutuhkan percepatan dalam rangka percepatan recovery ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan berbagai potensi daerah secara optimal agar dapat bangkit dan keluar dari kondisi perekonomian yang mengalami kontraksi di triwulan I maupun II tahun 2020.
"Kebersamaan dan kesatuan paduan kita semua menjadi kekuatan bagi Sulsel untuk mampu menjadi akselelator perekonomian nasional," ucap Guru Besar Unhas Makassar itu.

Pada perubahan APBD Perubahan tahun 2020, sejauh ini pemerintah melaksanakan pedoman adaptasi kebiasaan baru, produktif, dan aman COVID-19, dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Tentunya, memprioritaskan ketersediaan dana untuk penanganan pandemi Corona, sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 5 tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Perubahan APBD tahun ini, antara lain bersumber dari alokasi belanja tidak terduga dengan prioritas penanganan kesehatan, dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial.
"Kita mengalami banyak cobaan, baik itu bencana alam maupun bencana non alam. Untuk mengantisipasi hal ini, tentu dibutuhkan langkah cepat, tepat, fokus terpadu dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten kota. Alhamdulilah, kita bisa melalui dengan baik," tuturnya.
Oleh karena itu, tambah Nurdin, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan 2020 merupakan dasar dalam penyusunan rancangan perubahan APBD tahun 2020.
Sehingga, kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) segera menyampaikan surat edaran kepada masing-masing kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk segera menyusun rencana anggarannya untuk di bahas di DPRD setempat.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
