
Khatib Shalat Id : Jamaah Haji Indonesia Agar Jadi haji Mabrur

Makassar (ANTARA News) - Khatib Shalat Idul Adha di Pusat Da'wah Muhammadiyah, Sulawesi Selatan, Zainuddin Sialla, meminta agar Ummat Islam Indonesia yang menunaikan ibadah haji menjadi Haji Mabrur, bukan Haji Mardud yang ditolak oleh Allah.
"Kita berharap dan mendoakan semoga ummat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji kembali menjadi haji Mabrur, bukan menjadi haji Mardud," katanya di depan sekitar 5.000 jamaah Shalat Id di Makassar, Selasa.
Menurut dia, seorang Haji Mardud ketika menjadi pemimpin atau pejabat akan membawa bangsa ini kepada kerusakan moralitas bangsa yang lebih besar.
Ia mengatakan, pejabat di negeri ini dari kabupaten sampai pusat termasuk anggota DPRD umumnya sudah melaksanakan ibadah haji, namun disayangkan karena hal tersebut dinilai tidak membawa perbaikan moral dan etika secara umum di negeri sekitar 90 persen penduduknya beragama Islam.
"Seharusnya kita melakukan tobat nasional, sebagai introspeksi atas berbagai permasalahan bangsa seperti bencana alam. Kita juga harus bereaksi menghadapi bencana dengan melakukan taubat, sabar, dan ikhtiar," ucapnya.
Meski pemerintah menetapkan lebaran Idul Adha 17 Desember, namun sudah banyak Ummat Islam yang mengikuti pelaksanaan Shalat Id yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, bahkan sampai menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Lapangan Pusat Da'wah Muhammadiyah tidak mampu menampung jamaah, sehingga sebagian harus masuk dalam gedung bahkan ada yang terpaksa di luar pagar hingga pinggir jalan.
Penyelenggaraan Shalat Id di Makassar, berlangsung di puluhan titik, bukan cuma diikuti insan Muhammadiyah dan Hizbut Tahrir, tetapi juga masyarakat umum.
Meski begitu, disisi lain umumnya perguruan tinggi, perkantoran, dan pusat-pusat perbelanjaan masih melaksanakan aktivitas rutin.
Bahkan pasar-pasar tradisional semakin ramai dipadati warga Makassar yang membeli kebutuhan lebaran seperti daging, ayam kampung dan rempah-rempah. (T.pso-099/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
