
Warga Tamalanrea Santap Bersama Daging Sapi Kurban

Makassar (ANTARA News) - Warga di kawasan perumahan Bumi Tamalanrea Permai, Makassar mengolah bersama-sama sisa-sisa daging sapi kurban yang telah dibagikan, menjadi menu santapan warga di sekitar kawasan tersebut.
"Sisa daging ini memang sengaja kita tidak bagikan, karena banyak warga yang mengusulkan agar daging itu diolah saja menjadi bentuk jadi. Ini memang tradisi yang sudah berjalan dari tahun ke tahun," kata Gunawan, warga di kompleks perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar, Rabu.
Berbagai rempah maupun ramuan makanan khas kota Makassar yang diolah bersama dengan sisa daging sapi kurban masyarakat setempat cukup mengundang selera.
Tempayan besar dan kompor minyak tanah tampak menjadi andalan warga saat membuat menu tradisional sop konro yang berasal dari daging sapi sisa pembagian kurban di kawasan itu.
Ketua Panitia Hari Raya Kurban Perumahan BTP Blok F itu mengaku, sisa pembagian daging ini disepakati warga setelah daging hewan kurban telah dibagikan secara merata ke warga yang kurang mampu atau tidak memiliki penghasilan tetap.
"Lebaran Idul Adha ini, kita punya enam sapi yang diperoleh dari hasil sumbangan warga Blok F yang khusus dikurbankan tahun ini," kata dia.
Fitriani, warga lainnya di kompleks itu mengaku cukup senang dengan adanya santap bersama di pelataran halaman masjid yang hampir di padati warga yang berasal dari beragam suku dan agama.
"Bukan warga muslim saja yang ikut berpartisipasi, tetapi warga nonmuslim juga ada yang menyumbang dan ikut menyiapkan santapan bersama di sini," kata ibu rumah tangga beranak dua ini.
Dikatakannya, sikap saling menghargai dan sikap toleransi yang ditunjukkan warga di kawasan ini cukup memberikan warna dalam perayaan hari raya Idul Adha tahun ini di kompleks perumahan terbesar di kota Makassar itu. (T.KR-HK/D009)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
