
Gubernur Sulsel harap persyaratan calon Dirut Bank Sulselbar dibuat fleksibel

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah mengharapkan persyaratan calon Direktur Utama Bank Sulselbar dibuat lebih fleksibel agar bisa terpilih orang yang tepat dalam menjawab tantangan pemulihan ekonomi Sulsel.
Nurdin Abdullah di Makassar, Kamis, mengatakan Bank Sulselbar sudah lama dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt), sehingga sangat penting diadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk membahas pimpinan Bank Sulselbar yang definitif.
"Sementara BPD ini dipimpin oleh Plt sekian lama, kita terus membuka peluang mencari orang-orang yang kapabel untuk memimpin BPD. Tapi kan nggak jadi-jadi, nggak ada yang mendaftar. Kenapa? Karena persyaratan pendaftaran terlalu tinggi," jelasnya.
Untuk itu, ia mengharapkan RUPS yang dihadiri seluruh bupati dan walikota dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dapat menentukan Anggaran Dasar (AD) Bank Sulselbar yang lebih fleksibel.
"Ada orang internal kita sangat bagus, sangat kapabel tetapi tidak memenuhi syarat lagi, makanya hari ini kita coba mereduksi sedikit anggaran dasar BPD supaya kita bisa lebih leluasa mencari orang-orang yang pas," ujarnya.
Menurut dia, persyaratan itu harus lebih fleksibel dengan tetap mengedepankan integritas, kemampuan maupun moralitas, sehingga banyak orang yang bisa terakomodir.
Selain itu, tambah dia, rekam jejak juga menjadi pertimbangan penting untuk memimpin Bank Sulselbar.
"Makanya kita buat supaya lebih membuka peluang orang mau mendaftar. Yang kedua, prioritas kita adalah orang internal," kata mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
