Logo Header Antaranews Makassar

Dinkes Makassar fokuskan pelacakan COVID-19 di wilayah perkantoran

Selasa, 27 Oktober 2020 05:19 WIB
Image Print
Ilustrasi - Tes cepat COVID-19 di wilayah perkantoran. ANTARA/Suriani Mappong
Jadi untuk sementara belum berencana melakukan pemeriksaan tes usap di kecamatan zona merah.

Makassar (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Makassar saat ini memfokuskan pelacakan orang tanpa gejala dan mereka yang terkonfirmasi positif COVID-19 di perkantoran.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Naisyah Tun Azikin di Makassar, Senin, menjelaskan bahwa hal itu penting dilaksanakan mengingat adanya temuan penyebaran COVID-19 di wilayah perkantoran.

"Jadi untuk sementara belum berencana melakukan pemeriksaan tes usap di kecamatan zona merah. Justru pemerintah fokus dulu melakukan pelacakan di kawasan perkantoran," katanya.

Kebijakan tersebut tidak terlepas dari data epidemiologi Satgas COVID-19 Kota Makassar yang telah merilis distribusi kasus berdasarkan pekerjaan untuk periode Agustus dan September 2020.

Dari hasil survei itu diketahui bahwa kawasan perkantoran swasta menjadi tempat penularan paling tinggi dengan angka 210 kasus COVID-19 pada Oktober dan 137 kasus pada September 2020.

Naisyah mengatakan tim kesehatan sudah dua kali turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan di Kantor Bappeda Makassar, karena ada dua staf yang terkonfirmasi COVID19.

Upaya untuk melakukan tes usap di empat kecamatan yang dinyatakan zona merah, Naisyah mengatakan, masih menunggu perkembangan di lapangan, setelah tes tahap pertama minim partisipasi masyarakat.

Sebanyak empat kecamatan yang dinyatakan zona merah karena memiliki kasus terbanyak COVID-19 sesuai urutan kasus tertinggi, adalah Rappocini, Biringkanayya, Tallo, dan Mamajang.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026