Logo Header Antaranews Makassar

Dana Jadi Kendala Pembinaan Bulutangkis

Sabtu, 14 Februari 2009 14:13 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Masalah dana menjadi kendala pembinaan bulutangkis nasional maupun daerah, disamping profesionalitas atlit menjadi tantangan pengurus PBSI saat ini.

"Tantangan PBSI sangat luas dan besar, seperti kedisiplinan, profesionalitas, teknologi hingga sistem pembinaannya dan anggaran," kata Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso usai melantik Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Sulsel periode 2008 - 2013 di Makassar, Sabtu.

Menurut dia, teknologi bulutangkis masih kurang memadai, begitupun dengan sistem pembinaan masih membutuhkan dukungan anggaran yang besar. Dia mengharapkan, dukungan pembibitan atlet dari sejumlah daerah bisa merata di wilayah Indonesia.;

"Kita menginginkan pembibitan yang merata diberbagai daerah, sebab sekarang ini masih terfokus di Jawa," ungkapnya.

Pengembangan danpembinaan atlit di kawasan timur Indonesia adalah harapan PBSI kedepannya. Hanya saja dia mengaku PBSI masih kesulitan dana. Menurut dia, potensi di daerah perlu dikerahkan untuk membantu pelatnas di daerah.

"Turnamen perlu diintensifkan di daerah, karena dari situ akan kelihatan bibit-bibit muda yang akan menjadi pemain internasional," kata Djoko Santoso yang juga Panglima Jenderal TNI.

Djoko mengaku, pihaknya akan berusaha melakukan pembinaan yang proffesional dengan tetap mengacu pada kontrak-kontrak baik kepada pelatih, pemain hingga pengurus.

"Karena tanpa kedisiplinan dan ikatan pelatih, pengurus, dan atlit itu tidak mungkin, sebab seluruh dunia hampir melaksanakan itu," pungkasnya.

PB PBSI akan memulai dengan target kepada pelatih dan pemain, kalau atlit dan pemain tidak mampu memenuhi target maka mereka harus kembali mengikuti "retraining".

"Kalau setahun misalnya pemain tidak memenuhi target, kita harus melakukan kaderisasi," pungkasnya.

Adapun atlit bulutangkis nasional yang telah di kontrak oleh negara lain, Djoko mengakui PBSI tidak akan melakukan tarik menarik tetapi pihaknya akan tetap mengacu pada aturan melalui kontrak.

"Selama ini kami sangat lunak dan toleransi bila dibandingkan dengan pembinaan olahraga di negara lain, semuanya ada aturannya terkait dengan peringkat, pasangan, disesuaikan dengan nilai kontrak," ungkapnya.

Kepengurusan PBSI Sulsel yang dilantik, tetap bertahan sejumlah muka lama, meski menempati posisi yang berbeda untuk penyegaran dalam organisasi.

Pengprov PBSI Sulsel periode 2008-2014, Ketua Drs H Sulhan Hasan, Msi, Wakil Ketua I, II dan III, Mappagio, Soeprapto Budisantoso, dan Amir Uskara.

Ketua Harian Ir Haruna Hamid, Bidang organisasi Nain Sulaeman dan Nasrun Rewa, Bidang pembinaan Darwis Massalinri dan Jamal Ayub, Bidang Litbang Mustafa Mappangara dan Ishak. Bidang dana Megatari dan Nur Bakri.

Sekretaris Umum, Hasbi Lambe, wakil Ismail dan Syarifuddin Yusman, bendahara Hanafi Razak, Hamsinah dan Saenab Saleh dan dilengkapi sejumlah biro.
(T.PK-HK/S016)