
Dua Pekerja Tambang Migas PT Tately Tewas

Mamuju (ANTARA News) - Dua orang pekerja tambang minyak gas (Migas) yang sementara melakukan tahap eksplorasi Blok Budong-Budong yang dipekerjakan oleh PT Tately tewas seketika dalam kecelakaan lalu lintas saat keduanya mengangkut bahan materil milik perusahaan.
Karyawan PT Tately, Heri di Mamuju, Sabtu, yang dikonfirmasi membenarkan, jika dua pekerjanya tewas dalam kecelakaan lalu lintas saat mengangkut bahan materil menuju lokasi pengeboran migas.
Ia mengatakan, kecelakaan lalu lintas yang merenggut dua nyawa korban masing-masing Herman (22 thn) warga kelahiran Samboja, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur dan Ade Putra Irawan (25 thn) juga warga dari Kota Balikpapan.
"Keduanya dipekerjakan pada pekerjaan pengelolaan tambang migas Blok Budong-Budong saat mengemudikan mobil pengangkut materil tambang migas dari pelabuhan Belang-Belang menuju lokasi di Desa Bulu Mario, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Mamuju Utara. Namun, keduanya mengalami kecelakaan lalulintas di daerah Salupangkan, Kecamatan Topoyo sekitar 130 kilometer dari kota Mamuju," jelasnya.
Heri mengatakan, kedua jenasah korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk dilakukan otopsi sebelum jenasah kedua korban dibawa ke rumah duka di Kota Balikpapan.
"Hari ini kedua jenazah telah kita antar ke Kota Balikpapan dengan menggunakan Kapal Feri," ungkapnya.
Ia mengemukakan, kedua pekerja yang tewas ini adalah karyawan PT Sulbar Integritas Sourbace (SIS) hasil rekomendasi dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) selaku mitra kerja PT Tately.
"PT Tately tetap bertanggungjawab atas musibah yang dialami kedua korban walaupun ini juga menjadi tanggungjawab perusahaan SIS. Minimal, kami memberikan santunan kepada keluarga korban," ungkapnya.
Heri menambahkan, perusahaannya berencana melakukan tahap ekplorasi atau pengeboran minyak pada pertengahan Desember 2010 ini sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
"Saat ini kami baru menyiapkan segala kebutuhan materil untuk digunakan saat melakukan pengeboran minyak pada Blok Budong-Budong ini yang akan dilaksanakan pada awal Januari 2011," ujarnya. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
