Logo Header Antaranews Makassar

Dinkes dan PKK Gowa gelar tes usap massal khusus perempuan

Rabu, 16 Desember 2020 18:20 WIB
Image Print
Dinkes Gowa dan PKK Gowa gelar tes usap massal untuk melacak (tracking) penularan COVID-19 di Gowa, Rabu (16/12/2020). ANTARA/HO/
Angka penularan kembali mengalami lonjakan selama beberapa pekan dan ini harus dipahami semua masyarakat

Gowa (ANTARA) - Tim Penggerak PKK bersama Dinas Kesehatan Gowa, Sulawesi Selatan menggelar tes usap massal khusus untuk kaum perempuan dalam rangka memperingati Hari Ibu di daerah itu, sekaligus melacak penularan COVID-19.

Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Priska Paramita Adnan di Gowa, Rabu, mengatakan tes usap yang digelar ini karena angka penularan COVID-19 di Sulsel selama beberapa pekan terakhir terus mengalami peningkatan.

"Angka penularan kembali mengalami lonjakan selama beberapa pekan dan ini harus dipahami semua masyarakat. 'Swab test' (tes usap) ini bagian dari upaya kami untuk melakukan 'tracking' (pelacakan) orang yang terpapar COVID-19," ujarnya.

Selain untuk melacak dan mendeteksi orang-orang yang kemungkinan tidak mengalami gejala COVID-19, katanya, tes usap juga untuk memastikan kaum perempuan tidak menjadi pembawa virus di keluarganya.

Priska menyatakan sejak awal penularan COVID-19 di Sulsel, Kabupaten Gowa merupakan salah satu episentrum penularan.

Tingginya angka penularan di awal-awal pandemi COVID-19 karena Kabupaten Gowa merupakan penyangga Kota Makassar dan 40 persen warga Gowa juga bekerja di ibu kota provinsi Sulsel itu.

"Kita berharap semuanya patuh dengan anjuran pemerintah. Protokol kesehatan dibuat untuk mencegah dan memutuskan penularan. Kabupaten Gowa juga salah satu daerah yang cukup sukses menekan laju penularan di awal-awal pandemi dan selanjutnya kami ingin kembali melakukan 'tracking' dengan intensif lagi," katanya.

Priska menambahkan kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum, namun khusus pengurus PKK, baik tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa dan kelurahan, harus ikut dalam tes usap itu.

"Kita target minimal 100 orang yang terdaftar dan kita juga buka bagi orang yang mungkin datang karena membaca pamflet. Tapi bagi PKK desa dan lurah di Kecamatan Pallangga dan Somba Opu kita wajibkan ikut, karena sebagai tokoh perempuan apalagi daerah yang cukup tinggi angka terkonfirmasinya bisa jadi contoh bagi masyarakatnya dan menganggap stigma 'swab' tidak menjadi momok dan semenakutkan yang dipikirkan," katanya.

Ia meminta siapa saja yang mengikuti tes massal ini melakukan isolasi mandiri minimal sebelum hasil diketahui.

"Kita harap hasil bisa diketahui lebih awal karena sebagaiamana yang kita ketahui pemeriksaan hasil spesimen ada di provinsi sehingga kami imbau yang mengikuti 'swab' harus isolasi mandiri sampai hasil 'swab' keluar," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa dr Hasanuddin mengatakan pihaknya menurunkan kurang lebih 20 tenaga kesehatan yang terdiri atas nakes Puskesmas Pallangga, Somba Opu, dan Samata dalam kegiatan itu.

"Kegiatan ini sangat membantu Kabupaten Gowa dalam men-'tracking' angka penularan COVID-19 di Kabupaten Gowa, sehingga dalam bentuk dukungan kita turunkan puluhan nakes dari tiga puskesmas untuk melakukan 'swab' lengkap dengan APD-nya," katanya.

Salah satu masyarakat yang ikut tes usap, Sarianti, mengatakan dirinya baru pertama kali mengikuti tes tersebut, namun hal itu harus dilakukannya karena untuk membantu Pemkab Gowa dalam melakukan pengendalian angka COVID-19.

"Baru pertama kali dan cukup deg-degan serta pekerjaan saya juga mengharuskan ikut karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam melakukan pelayanan," ucapnya.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026