Logo Header Antaranews Makassar

Toleransi Antar-Umat Beragama Sulbar Dianggap Berhasil

Jumat, 31 Desember 2010 04:27 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, H.Sahabuddin Kasim, mengemukakan, toleransi antar-umat beragama di Sulbar telah terjalin baik sehingga harus tetap dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.

"Kerukunan antar ummat beragama di Sulbar selama ini sudah sangat terjalin harmoniz. Ini terjadi karena kehidupan antar ummat saling menghargai antara ummat dengan ummat agama yang lainnya," kata Sahabuddin Kasim saat menyampaikan sambutannya dalam acara perayaan Natal Oikumene Forum Komunikasi Gereja-Gereja Mamuju yang dilaksanakan di Ballroom Hotel D Maleo, Mamuju, Kamis.

Perayaan malam natal Oikumene ini juga dihadiri langsung Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, Bupati Mamuju, Suhardi Duka, Kapolres Mamuju, AKBP Darwis Rincing dan ribuan ummat nasrani di daerah ini.

Dalam sambutannya, Sahabuddin Kasim, mengajak kepada umat nasrani agar tetap menjaga keberagaman antar ummar beraga sehingga kehidupan yang telah rukun ini tetap dipertahankan secara sempurna.

Dikatakannya, masyarakat Indonesia dan Sulbar sangat mencintai kerukunan dan terbiasa hidup berdampingan, bertoleransi dan saling mengormati diantara pemeluk agama yang ada.

"Sulbar yang mayoritas penduduknya beragama Islam sangat menghargai kedamaian, begitupun dengan umat lainnya juga sangat mendambakan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat. Apa yang telah terjadi selama ini mesti dipertahanan dan tidak boleh terprovokasi dengan isu yang mengatasnamakan agama," paparnya.

Sahabuddin yang juga ketua Kerukunan Umat Beragama Sulbar ini menuturkan, Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam pidatonya saat berkunjung ke Masjid Istiqlal di Jakarta membawa pesan perdamaian bagi ummat beragama.

"Barack Obama sangat mencintai kebersamaan diantara ummat beragama tanpa harus menekan ummat minoritas," kata Sahabuddin meniru beberapa penggalan kalimat Barrack Obama.

Untuk itu, kata dia, enam indikasi dan tolak ukur keberadaan toleransi tetap terjaga yaitu publik secara sadar menentang tindak kekerasan dan terorisme menggunakan agama, keberadaan Pancasila dan UUD sebagai simbol persatuan, sikap legawa dan kesabaran kaum minoritas sebagai bagian bangsa.

Selain itu, posisi ormas dan lembaga kemasyarakatan adalah untuk menciptakan dialog dan keharmonian umat beragama, kata dia. ( T.KR-ACO/Y006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026