
Okupansi hotel di Sulsel turun drastis sejak pandemi COVID-19

Makassar (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakan okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di Sulawesi Selatan turun drastis hingga 20 persen sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia pada awal Maret 2020
Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga di Makassar, Senin, mengatakan, pandemi COVID-19 membawa dampak besar bagi seluruh sektor termasuk usaha perhotelan.
"Semua sektor tiarap. Okupansi hotel turun drastis sekitar 20 persen. Banyak karyawan juga terdampak akibat COVID-19," ujarnya.
Ia mengatakan, sejak awal pandemi COVID-19 di Sulsel pada 2020, okupansinya turun drastis dan bahkan saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Namun sejak adanya pelonggaran PSBB, beberapa hotel yang tadinya tutup total mulai membuka usaha dan bahkan sudah ada warga yang mulai menginap.Sedangkan di awal 2021 okupansi hotel di Sulsel khususnya di Kota Makassar juga hanya rata-rata 15-20 persen.
Menurut Anggiat, okupansi hotel turun drastis karena tidak adanya kunjungan wisata dan acara baik sektor pemerintahan maupun korporasi yang digelar di hotel seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Yos Rusdiansyah mengatakan, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di provinsi itu pada November 2020 naik 8,29 poin dibanding bulan September 2020 atau dari 34,27 persen menjadi 42,56 persen.
"TPK mengindikasikan berapa persentase kamar yang terpakai dibandingkan dengan kamar yang tersedia. TPK pada hotel bintang selama periode November 2020 mencapai 42,56 persen. Hal yang sama jika dibandingkan dengan periode November tahun sebelumnya itu mengalami penurunan 13,45 poin," ujarnya.
Ia mengatakan, tingkat hunian kamar hotel pada September 2019 sebesar 56,01 persen. Namun secara tahunan atau year to year (yoy) terjadi penurunan tetapi tidak terlalu siginifikan dikarenakan adanya pandemi COVID-19.
Untuk tingkat hunian hotel berbintang semua kelas mulai dari bintang satu hingga hotel berbintang lima ada yang mengalami peningkatan dan ada juga yang mengalami penurunan.
Untuk hotel bintang satu, tingkat huniannya pada November sebanyak 55,36 persen yang sebelumnya 30,58 persen atau naik 24,78 poin, bintang dua sebesar 30,05 dari 35,25 persen (-5,29 poin), bintang tiga sebanyak 44,49 persen dari 39,46 persen (5,03 poin).
Begitu juga pada hotel berbintang empat yang naik 32,88 poin dari 19,87 persen menjadi 52,75 persen, serta bintang lima yang mengalami penurunan -15,88 poin atau dari 52,16 persen menjadi 36,28 persen.
"Kalau melihat rata-ratanya, peningkatannya mulai dari 5,03 persen hingga yang tertinggi itu 55,36 persen. Sedangkan yang mengalami penurunan mulai dari -5,39 persen hingga -15,88 poin. Penurunan tidak terlalu besar," katanya.
Selain itu, rata-rata lama menginap tamu pada hotel klasifikasi bintang di Sulawesi Selatan selama November 2020 masing-masing adalah 1,54 hari dan 3,08 hari
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
