Logo Header Antaranews Makassar

Nelayan Mamuju Kecewa, Pabrik Es Masih Terbengkalai

Sabtu, 15 Januari 2011 22:41 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Kelompok nelayan tradisional di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kecewa karena pabrik es yang dibangun pemerintah setempat hingga kini masih terbengkelai.

Pemantauan di Mamuju, Sabtu, pabrik es yang dibangun sejak lima tahun terakhir ini mubazir karena belum bisa dimanfaatkan secara optimal.

Bahkan, gudang pembuatan es balok untuk nelayan tradisional ini terlihat hanya dijadikan gudang penyimpanan barang-barang para pelaku usaha yang ada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mamuju.

Mestinya, pemkab Mamuju tidak membiarkan bangunan ini terlantar karena salah satu kebutuhan mendasar bagi nelayan untuk mengawetkan ikan setelah turun melaut.

Najamuddin, salah seorang nelayan tradisional mengakui, bangunan gedung pembuatan es balok dengan menghabiskan anggaran ratusan juta ini terkesan diterlantarkan oleh pemerintah setempat.

"Kepedulian Pemkab Mamuju untuk mengurus pengoperasian pabrik es balok sangat mengecewakan. Padahal kami dijanji bupati terpilih, H. Suhardi Duka saat kampanye dalam pilkada lalu akan melakukan perbaikan segala fasilitas di TPI, termasuk pabrik es yang mampu menghasilkan 400 balok sekali produksi," ungkapnya.

Kondisi ini mengakibatkan para nelayan di Mamuju saat mendapatkan hasil tangkapan dari melaut kesulitan mendapatkan pasokan es balok.

"Pabrik es balok di Mamuju hanya satu unit yang dibangun oleh pihak swasta sementara tingkat kebutuhan es balok belum sebanding dengan kebutuhan jumlah nelayan yang ada di Mamuju," tuturnya.

Najamuddin mengemukakan, pihaknya sudah pernah mempertanyakan kepada Dinas Perikanan dan Kelautan terkait terbengkelainya pabrik es miliki pemkab ini.

Namun, kata dia, pemerintah berdalih masih dalam tahap pengurusan ke PLN untuk memasukkan pasokan energi listrik.

"Pabrik es ini terbengkelai karena belum ada pasokan listrik masuk ke gudang itu. Kami rasa alasan itu tidak rasional karena sejak terbangunnya pabrik itu hingga kini belum difungsikan," jelasnya.

Karena itu, kata dia, masyarakat nelayan pesisir menganggap Pemkab Mamuju memang "buta" dan tidak peduli terhadap nasib nelayan. (T.KR-ACO/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026