Logo Header Antaranews Makassar

Pembangunan SPBU Dibatasi di Sulawesi

Senin, 14 Februari 2011 17:47 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pertamina Region VII Sulawesi membatasi pemberian izin pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU baru.

General Manager Pertamina BBM Retail Region VII Sulawesi, Ferdy Novianto saat peluncuran portal berita Bisnis Indonesia kawasan timur Indonesia di Makassar, Senin, mengatakan izin pembangunan SPBU baru yang akan dikeluarkan tahun ini hanya sekitar 23 - 25 unit, yang sebagian besar akan diberikan untuk wilayah Sulawesi Barat (Sulbar).

"Nilainya memang kecil jika dibandingkan dengan izin SPBU baru tahun lalu yang mencapai 40-an unit. Pembatasan ini untuk menjaga omzet pengusaha SPBU lama yang terus mengalami penurunan," ucap dia.

Selain itu, kebijakan sertifikat pelayanan "pasti pas" SPBU di wilayah Sulawesi juga akan dibatasi karenanya besarnya subsidi yang harus ditanggung pemerintah untuk menurunkan margin pembelian pengusaha.

Dia mengaku pihaknya akan membatasi kebijakan pelayanan "Pasti Pas" khususnya SPBU yang terdapat di daerah-daerah terpencil.

"Kemungkinan hanya sekitar 50 - 60 SPBU yang akan kami selesaikan di tahun ini. Kami coba sisakan sekitar 20 persen yang tidak pasti pas," ucap dia.

Dia mengaku, kebijakan "pasti pas" ini hanya dilakukan di daerah-daerah yang memiliki tingkat prsaingan dengan SPBU lainnya. "Apakah pasti pas perlu diatur di daerah-daerah terpencil yang memang konsumennya terbatas," kata dia.

Pertamina, kata dia telah menyelesaikan sekitar 70 SPBU dari target 124 SPBU yang harus memperoleh sertifikat 'Pasti Pas' pada 2012 mendatang. (T.KR-HK/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026