Logo Header Antaranews Makassar

BNN Sulbar paparkan komitmen pemberantasan narkoba ke para sipir

Jumat, 12 Maret 2021 19:42 WIB
Image Print
Sosialisasi Teknis Pemasyarakatan yang digelar Kanwil Kemenkum HAM Sulbar melibatkan BNN Provinsi Sulbar (ANTARA/HO/Humas Kanwil Kemenkum HAM Sulbar)

Mamuju (ANTARA) - Badan Narkorika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Barat memaparkan komitmen pemerintah, Polri dan BNN dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika kepada para pegawai UPT Pemasyarakatan di daerah itu.

"Di era globalisasi, masih terdapat lingkungan yang belum bisa dimaksimalisasi guna menciptakan lingkungan bebas narkoba sehingga diperlukan penanganan yang lebih terpadu dari semua pihak," kata Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Sulbar Ajun Komisaris Besar Polisi Herman, pada Sosialisasi Teknis Pemasyarakatan, yang berlangsung di Lapas Perempuan Kabupaten Mamuju, Jumat.

Sosialisasi teknis pemasyarakatan yang digelar Kanwil Kemenkum HAM Sulbar itu dihadiri para pegawai UPT di seluruh wilayah Sulbar, baik hadir secara langsung maupun virtual melalui aplikasi zoom.

Pada kegiatan itu, Kabid Pemberantasan BNN Sulbar tersebut memaparkan strategi penyelamatan bangsa dari ancaman generasi yang hilang akibat penyalahgunaan narkoba.

Ia menyampaikan, upaya pemerintah, Polri dan BNN dalam melaksanakan program P4GN, masih terhambat akibat adanya beberapa oknum aparat berwajib yang terlibat pada peredaran narkoba.

Luas wilayah Indonesia lanjutnya, juga menjadi hal yang perlu diperhatikan, sebab banyak rute yang menjadi pilihan para pengedar untuk menyelundupkan narkoba.

"Indonesia merupakan pangsa yang bagus bagi sindikat internasional narkoba, bukan hanya sebagai transit namun tujuan utama peredaran dan produsen narkoba. Hasil survei BNN dan UI pada 2014 diketahui bahwa estimasi angka coba pakai narkoba semakin tahun semakin meningkat," papar Herman.

"Kenaikan angka coba pakai memicu pemasok narkoba ke Indonesia dari sindikat internasional yang ada di luar negeri semakin besar," tambahnya.

Polri dan BNN lanjut Herman, bekerja sama untuk memutus jaringan peredaran narkoba dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.

"Kondisi yang terjadi saat ini adalah perang terhadap penjahat narkoba dan Indonesia darurat narkoba," tegasnya.

Ia kemudian memberikan langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan peredaran narkoba, di antaranya meningkatkan upaya terapi melalui pencegahan yang terprogram dan efektif efisien, rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika, penegakkan hukum yang efektif serta mewaspadai dan mengungkap modus baru sindikat internasional dalam penyelundupan narkoba.

"Empat langkah tersebut guna terwujudnya program pemerintah untuk menyelamatkan bangsa dari ancaman narkoba," tutur Herman.

Ia juga menyampaikan tentang penanganan permasalahan narkotika serta strategi yang ada di Indonesia.

"Strategi yang dilakukan, yakni pencegahan dan pemberantasan, pencegahan dengan cara sosialisasi seperti ini serta memutus jaringan internasional sindikat penyalahgunaan narkoba," urainya.

BNN Provinsi Sulbar kata Herman memberikan apresiasinya terhadap sosialisasi teknis pemasyarakatan tersebut karena selain bisa memberikan sosialisasi terkait permasalahan narkoba di Indonesia, kegiatan ini juga diharapkan bisa mendeteksi diri sendiri perihal penyalahgunaan narkotika.

"Kegiatan kita hari ini luar biasa. Dalam sosialisasi ini kita bisa kembali mereview bagaimana deteksi dini juga bukan dari kantor, lingkungan kerja tetapi juga bisa mendeteksi mulai dari diri sendiri, karena dari iman yang kuatlah bisa membentengi diri sendiri untuk menghindar atau terjebak dari jeratan narkoba," kata Herman.



Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2026