
Promosi Sutera Sulsel 2011 Diawali di Bali

Makassar (ANTARA News) - Promosi sutera Sulsel pada 2011 akan diawali di pulau dewata, Bali. Kegiatan sosialisasi ini sekaligus merupakan kegiatan awal dari rencana penyelenggaran World Silk Conference 2011.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel, Irman Yasin Limpo, di Makassar, Rabu, mengatakan, promosi sutera Sulsel pada 2011 akan dilakukan melalui dua kegiatan sebelum penyelenggaraan World Silk Conference 2011 yang akan digelar di Toraja tepat pada peringatan hari jadi Sulsel.
Sebelumnya, pada akhir Desember 2010, sejak Sulsel memasukkan kain sutera sebagai salah satu komoditas unggulan daerah, BKPMD dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Sulsel menggelar South Sulawesi Silk Day selama satu hari di Jakarta dengan menggandeng perancang busana kenamaan Carmanita.
Setelah Jakarta, kegiatan promosi dilanjutkan dengan menggelar pameran di Singapura selama tiga hari.
Kegiatan tersebut memperoleh dukungan dari Organisasi pengusaha wanita Melayu-Singapura bernama Dynamic Entepreuneur Woman International Chairman (DEWI) yang meyakini sutera Sulsel memiliki pasar yang bagus di Singapura.
DEWI mengharapkan dapat melakukan kerja sama yang berkesinambungan dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Sulsel dan berjanji akan membawa dan memperkenalkan sutera Sulsel secara luas melalui butik-butik yang dimiliki oleh anggota Dewi di Asia, Eropa dan Timur Tengah.
Dukungan Pemprov Sulsel untuk mengembalikan kejayaan sutera Sulsel seperti pad era 1970-an adalah dengan menargetkan perluasan lahan murbei mencapai 10 hektare.
Selain itu, pemerintah juga memberikan 30 ribu boks telur sutera untuk petani yang diberikan cuma-cuma secara bertahap. Diharapkan dengan bantuan tersebut produksi bahan baku sutera Sulsel dapat kembali meningkat.
Pada 2008 produksi sutera Sulsel mencapai 210 ton dan menurun menjadi 80 ton pada 2009 dan ditargetkan dapat kembali meningkat 10 persen pada 2010.(T.KR-RY/M012)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
