Logo Header Antaranews Makassar

Pemberitaan Media Jangan Rusak Hubungan Bilateral

Selasa, 15 Maret 2011 04:50 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pakar Hukum Internasional Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof Dr Aswanto mengharapkan agar pemberitaan media dengan sumber Wikileaks jangan sampai merusak hubungan bilateral antara Indonesia dengan Amerika Serikat dan Australia.

"Di era keterbukaan informasi publik seperti saat ini, pemberitaan semacam itu memang sering kali terjadi, dan mengundang kontroversi dan perhatian publik," ungkapnya, di Makassar, Senin.

Hanya saja, kata dia, kondisi ini akan semakin memperburuk hubungan bilateral antara Indonesia dengan kedua negara tersebut jika pemerintah menaggapinya dengan negatif.

Menurutnya, pemerintah Indonesia tidak perlu terpancing dengan isu yang beredar dalam pemberitaan tersebut, dan menangapinya dengan cara yang lebih bijaksana sesuai dengan etika dalam hubungan internasional.

"Harus dipahami bahwa etika hubungan internasional antar negara harus mengutamakan etika kejujuran," tuturnya.

Jika pemberitaan di media tersebut ternyata benar, seharusnya hal ini bisa menjadi masukan bagi pemerintah untuk semakin mempererat hubungan bilateral dengan Amerika Serikat dan Australia yang berdasarkan kejujuran.

Dengan begitu, kata dia, kerja sama internasional antar negara bisa semakin terjalin, mengingat Indonesia dan Amerika Serikat serta Australia sudah menjalin hubungan internasional sejak lama.

"Akan sangat disayangkan jika kerja sama internasional yang telah dibangun sejak lama menjadi rusak hanya karena terpancing emosi oleh pemberitaan di media," imbuhnya.

Selain tidak terpancing dengan pemberitaan tersebut, pemerintah juga sebaiknya mencari tahu kebenaran atas pemberitaan tersebut, sehingga tidak hanya membawa kesan buruk di mata publik. (T.KR-AAT/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026