Logo Header Antaranews Makassar

Pertumbuhan Ekonomi Sulampua 2010 Capai 5,81 Persen

Minggu, 20 Maret 2011 16:58 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Pertumbuhan ekonomi untuk wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) pada tahun 2010 telah mencapai 5,81 persen atau sedikit melambat jika dibandingkan tahun 2009 sebesar 8,85 persen.

Hal ini disampaikan anggota Tim Moneter Bank Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan, Jaka Setyawan saat berada di Mamuju, Minggu.

Menurutnya, meski pertumbuhan melambat di tahun 2010, namun secara umum capaian pertumbuhan ekonomi Sulampua tumbuh sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan nasional sekitar 6,15 persen.

"Untuk wilayah Sulampua mengalami pertumbuhan positif dengan tingkat pertumbuhan yang bervariasi kecuali Papua. Provinsi Sulbar mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan III tahun 2010 mencapai 11,91 persen,"terangnya.

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sulampua ini didorong dari berbagai aspek. Jika dilihat dari sisi permintaan maka investasi cukup menjadi penopang laju pertumbuhan ekonomi Sulampua terutama karena kegiatan pembangunan berbagai infrastruktur baik oleh swasta maupun pemerintah yang diperkirakan sekitar 10,4 persen.

"Iklim investasi di Wilayah Sulampua mulai membaik sehingga turut memberikan andil akan capaian pertumbuhan ekonomi 2010. Termasuk di Sulbar, iklim investasi pun semakin cerah dengan masuknya beberapa investor asing untuk mengelola sumberdaya alam di daerah ini,"papar Jaka.

Demikian halnya dengan konsumsi kata dia, juga masih tumbuh cukup baik dengan kisaran 6,7 persen, walaupun cenderung melambat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Dorongan utama bersumber dari komponen konsumsi rumah tangga dan swasta. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) hasil survei BI tampaknya masih berada pada level optimistik," terangnya.

Jaka juga mengemukakan, kondisi pertumbuhan ekonomi Sulampu jika dilihat dari aspek sisi penawaran, maka beberapa sektor menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi tahun 2010 yaitu sektor keuangan, persewaan jasa perusahaan, sektor angkutan komunikasi dan sektor perdagangan hotel maupun restoran.

"Beberapa sektor tersebut memberikan andil pencapaian pertumbuhan ekonomi Sulampua terkecuali sektor pertambangan mengalami kontraksi," ucapnya. (T.KR-ACO/F001)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026