
UMI bentuk karakter di Ponpes Padanglampe terkait Merdeka Belajar

Makassar (ANTARA) - Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar telah menjalankan program Merdeka Belajar khususnya dalam pembentukan karakter di Pesantren Padanglampe, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kepala LLDikti Wilayah IX Prof Jasruddin Daud mengatakan mahasiswa akan didorong untuk mengembangkan karakternya menjadi manusia yang berkualitas sekaligus berakhlak mulia di Padanglampe
"Pendidikan karakter itu bukan sesuatu yang diajarkan tapi dikembangkan. Dan ini yang dilakukan disana," jelasnya pada bedah buku ‘Perjalanan Panjang Dari Padanglampe Merekonstruksi Karakter Bangsa' secara terbatas dan virtual di Masjid Nurul Iman Menara UMI Makassar, Senin.
Mendikbudristek Nadiem Makarim telah menghadirkan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna di masa depan.
“Sangat tepat momentum 2 Mei (Hardiknas), sesuai tema nasional serentak Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka Beda buku UMI ini. Program di Padanglampe sudah menerapkan merdeka belajar karena prioritaskan praktek dan pembentukan karakter,” jelasnya.
Dia juga memuji penerapan proses belajar di pesantren Padanglampe. Apalagi saat ini lebih mengedepankan pada praktek pembetukan karakter. Bukan pada teori semata.
Padanglampe, kata dia, satu praktek memberikan contoh menghidupkan pendidikan karakter. Karena pendidikan karakter bukan diajarkan karena dicontohkan.
“Pendidikan di padanglampe tidak bersifat teoritis tapi praktek. Ini juga sejalan penerapan merdeka belajar dan kampus merdeka. Karena pendidikan karakter bukan diajarkan karena dicontohkan,” tutur Guru besar UNM itu.
UMI yang dikenal dengan lembaga pendidikan sekaligus lembaga dakwah menyelenggarakan pendidikan karakter berbasis pesantren yang disebut dengan Pencerahan Qalbu.
"Padanglampe ada satu praktek yang sangat cocok dianggap sebagai basis pendidikan karakter," jelas Prof Jasruddin.
“Pendidikan karakter di UMI menjadi bagian dari perwujudan obsesi para pendiri. Ada 4 kompetensi utama. Karakter unggul, penguasaan teknologi, Leadership dan ketrampilan,” sambungnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
