Logo Header Antaranews Makassar

CPI Jepang Siap Bantu Makassar Atasi Kemacetan

Rabu, 23 Maret 2011 20:35 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Lembaga swadaya masyarakat asal Jepang yakni The Commitee for Promotion to Innovation siap membantu Pemerintah Kota Makassar mengatasi kemacetan arus lalu lintas.

Presiden CPI Jepang Kikufumi Konishi saat melakukan pertemuan dengan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin di Makassar, Rabu, mengatakan, bantuan yang akan diberikan CPI adalah melakukan kajian atau penelitian tentang penerapan konsep transportasi yang ideal di Makassar dalam usaha menghindarkan Makasssar dari kemacetan sejak awal.

"Masalah kemacetan arus lalu lintas harus segera diatasi di Makassar. Jangan sampai sudah seperti Jakarta baru mau diatasi," ujarnya.

Karena itu, pihak CPI Jepang siap membantu Pemerintah Kota Makassar dalam upaya mengatasi kemacetan arus lalu lintas yang saat ini menjadi masalah di Kota Makassar.

Ia mengatakan, penelitian itu akan dilakukan bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar serta Universitas Nihong, Tokyo, Jepang.

Dalam waktu dekat, CPI bersama dengan Unismuh dan Universitas Nihong Jepang akan menggelar lokakarya yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan para pakar transportasi di Indonesia serta menghadirkan pakar transportasi dari Jepang.

"Bukan hanya masalah transportasi yang akan kami bantu untuk Makassar, ada sejumlah program lain yang akan kami kerjasamakan di Makassar, termasuk pendidikan dan lain sebagainya," ujar Kikufumi yang didampingi Kepala Bagian Humas Pemkot Makassar Mukhtar Tahir.

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin yang menerima rombongan CPI tersebut menyatakan, senang dengan kerangka kerja sama antara dua perguruan tinggi tersebut untuk membahas dan mencari solusi kemacetan arus lalu lintas di Makassar.

"Kemacetan ini sudah mulai terlihat hampir di seluruh jalan protokol di Makassar. Karena itu, kami berharap ada kontribusi dan solusi dari penelitian itu untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas tersebut," katanya. (T.KR-MH/N002)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026