Logo Header Antaranews Makassar

Ekonomi Sulbar Butuh Keterlibatan Investasi Swasta

Kamis, 7 April 2011 02:21 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengemukakan, pembangunan ekonomi di Sulawesi Barat, membutuhkan keterlibatan investasi swasta asing maupun domestik.

Menurut Deputi Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, (Bappenas), Dr. Prasetijono Widjojo MJ, MA, saat menghadiri acara Musrembang tingkat provinsi Sulbar di Mamuju, Rabu, upaya percepatan pembangunan dan perluasan pembangunan ekonomi hanya bisa dilakukan apabila ada keterlibatan investasi swasta.

Peran dunia usaha selama ini cenderung cukup signifikan dalam pembangunan ekonomi di provinsi terbungsu ini.

Bukan hanya itu, ketersediaan sarana dan prasarana serta regulasi pemerintah menjadi pendukung enabler dari yang dilakukan investasi pihak swasta.

Namun demikian, kata dia, perlu dingatkan bahwa provinsi masih perlu melakukan diversifikasi produk dan potensi komoditas unggulan di Sulbar, seperti pengembangan derivasi kakao dan kelapa.

"Ini sangat penting dilakukan guna peningkatan nilai tambah investasi, sekaligus menyediakan lapangan kerja di Sulbar," paparnya.

Untuk itu, kata Prasetijiono, "Pemerintah daerah harus menggalakkan pembangunan prioritas guna mengupayakan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi di Sulbar di dalam konstalasi nasional."

Dikatakannya, dalam mengupayakan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi di Sulbar, maka program strategis yang harus diprioritaskan, yakni pengembangan dan penyelesaiannya yakni peningkatan kapasitas sarana pelabuhan utama di Mamuju serta pengembangan jalan trans sulawesi.

"Hal ini dilakukan guna mendukung pembangunan klaster industri pengolahan terpadu kakao yang diprioritaskan menjadi salah satu andalan investasi dalam kerangka pembangunan koridor ekonomi di wilayah Sulbar," katanya.

Karena itu, kehadiran pihak swasta sangat diharapkan untuk memelihara pertumbuhan ekonomi yang kian membaik. (T.KR-ACO/A027)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026