
PTPN XIV targetkan giling tebu 260 ribu ton

Kalian punya organ, pikiran, hati dorong keseluruhan itu, kita bicarakan apa yang kita lakukan dan lakukan apa yang kita bicarakan dan buat semuanya itu menjadi lebih baik untuk ke depan
Makassar (ANTARA) - Direktur PT Perkebunan Nusantara XIV, H Suhendri mengatakan, pihaknya menargetkan giling tebu pada sebanyak 260 ribu ton dengan tingkat rendemen 8 persen.
Hal itu dikemukakan Suhendri di sela peresmian penggilingan perdana 2021 di Pabrik Gula (PG) Takalar, Sulsel, Rabu.
Dia mengatakan, untuk produksi tahun ini diharapkan dapat lebih digenjot tahun berikutnya untuk mencapai target rendemen 12 persen.
PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV menggelar giling perdana tebu di Pabrik Gula (PG) Takalar dalam dua hari terakhir
Menurut dia, selaku Direktur yang baru menjabat dua hari ini, memiliki tugas yakni akan mengusahakan di PTPN XIV yaitu membuat pendapatan lebih teratur dan mengontrol biaya seoptimal mungkin sehingga harga pokok menjadi rendah dan bisa bertransformasi mendukung yang di tanamkan oleh holding.
Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya berharap seluruh pimpinan, staff dan pekerja yang telibat untuk senantiasa berikhtiar dan berdoa, apapun hasil yang didapatkan setelah giling adalah yang terbaik, setiap proses yang dilewati untuk diambil pelajarannya.
"Kalian punya organ, pikiran, hati dorong keseluruhan itu, kita bicarakan apa yang kita lakukan dan lakukan apa yang kita bicarakan dan buat semuanya itu menjadi lebih baik untuk ke depan," harap Suhendri kepada jajarannya.
Sementara itu, Manajer PG Takalar, Muhammad Syahrul menjelaskan, target tebu sebanyak 260.000 ton dengan randemen 8,3 persen diprediksi akan menghasilkan gula 22.000 ton.
Pada RKAP jumlah tebu tersebut, target randemennya hanya 7,9 persen dan target produksi Gula Kristal Putih (GKP) 20.242 ton.
Olehnya, Manajer dan seluruh karyawan PG Takalar bertekad bukan mencapai target RKAP tetapi dapat melampaui RKAP.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
