Logo Header Antaranews Makassar

Sulsel Optimistis Kalahkan Jabar pada Pra PON

Sabtu, 9 April 2011 20:25 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pengurus Provinsi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Sulawesi Selatan mengaku optimistis mengalahkan Jawa Barat pada kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Tengah, 6-12 Juni 2011.

Sekretaris Umum Perbasi Sulsel, Muh, Taufik, di Makassar, Sabtu, mengatakan, tim Jabar menjadi lawan yang paling diwaspadai di antara tim lain yang tergabung di Wilayah B.

Beberapa daerah yang masuk Wilayah B di antaranya Jawa Tengah (lolos otomatis), Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan Maluku.

Di antara mereka, katanya, pihaknya masih memiliki kekuatan yang seimbang.

"Meski Jabar dalam beberapa pertemuan sering merepotkan kami, namun kita yakin hal itu tidak akan terjadi di Pra PON nanti. Kita juga cukup optimistis bisa mematahkan dominasi Jabar sekaligus melapangkan jalan menuju PON," katanya.

Ia mengaku optimistis karena tak lepas dari kualitas atlet Sulsel yang saat ini lebih baik. Perbasi Sulsel juga memiliki empat pemain yang telah lama memperkuat sejumlah tim besar pada kompetisi basket.

Kehadiran beberapa pemain seperti Andi Pallawa Gau dan Youris di tim Sulsel, katanya, bisa membuat perubahan tim menjadi lebih baik termasuk menjadi motivator terhadap pemain lain untuk tampil lebih maksimal.

"Kita tetap akan mengandalkan beberapa pemain yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi besar. Kita berharap kehadiran mereka juga bisa memberikan efek positif bagi pemain lainnya," katanya.

Sulsel juga mengandalkan beberapa pemain yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Pangkep 2010.

Pihaknya juga mengambil beberapa atlet berasal dari sejumlah klub di Sulsel.

"Kita telah mendapatkan 40 atlet putra dan putri pada proses seleksi Januari yang lalu. Seluruh atlet kini terus dipantau untuk menentukan siapa yang paling layak memperkuat Sulsel pada Pra PON nanti," katanya. (T.KR-MH/M029)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026