
Tim Sukses Hambat Kinerja Kepala Daerah

Makassar (ANTARA News) - Tim sukses yang berhasil meloloskan seseorang menjadi kepala daerah justru disebut ikut menghambat kinerja kepala daerah itu sendiri.
Ketua DPRD Sulawesi Selatan Muh Roem di Makassar, Jumat, mengatakan, terkadang seorang kepala daerah terpaksa mendahulukan kepentingan tim suksesnya untuk balas budi.
"Kalau ada proyek, penerimaan pegawai negeri, mutasi pegawai, dia atau keluarganya yang harus diperhatikan lebih dulu. Itulah sesuatu yang perlu diubah," ucapnya.
Mantan anggota DPR RI itu menyebut, dengan berbagai macam permintaan dari sang tim sukses, waktu kepala daerah untuk mengurus kepentingan rakyatnya tersita.
Banyaknya tim sukses juga terkadang menjadi bumerang bagi seorang pejabat tinggi, dengan banyaknya permintaan yang macam-macam.
Untuk itu, Roem lebih sepakat jika pemilihan gubernur dikembalikan ke DPRD, untuk meminimalkan anggaran pemerintah, serta uang dari calon itu sendiri.
Menurut dia, dengan kondisi masyarakat seperti sekarang ini, maka setiap calon kepala daerah mesti mengeluarkan anggaran besar demi merebut simpati pemilih, sehingga ketika dia terpilih tidak lagi fokus menjalankan tanggungjawabnya.
"Yang seperti itu sudah sangat sulit diubah karena rakyat sudah bermain. Kecuali sistemnya (pemilihan) yang diubah," jelasnya.
Roem lalu menceritakan, ketika dipercaya menjadi Bupati Sinjai selama dua periode yang berjalan mulus, karena ia tidak perlu mengeluarkan angaran besar dalam suksesi pemilihan kepala daerah.
Jika pemilihan dilakukan DPRD, Roem menyebut perhatian dan tanggunjawab besar hanya akan terarah kepada anggota DPRD yang memilih.
Kandidat pun tidak perlu bergerilnya untuk menyampaikan visi dan misi tetapi cukup dihadapan anggota DPRD. (T.KR-AAT/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
