
Pedagang Minta Pemerintah Segera Bangun Tempat Penampungan

Makassar (ANTARA News) - Para pedagang korban kebakaran Pasar Sentral Makassar, meminta pemerintah segera mengatur tempat penampungan sementara agar mereka dapat segera melanjutkan usahanya.
Hal tersebut diungkapkan para pedagang yang mengerumuni Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang saat meninjau lokasi kebakaran di Makassar, Selasa.
Para pedagang meminta agar pemerintah segera mengatur tempat berjualan sementara karena Bulan Ramadhan telah dekat. Alasan lain karena barang-barang dagangan milik mereka yang habis terbakar rata-rata dibeli dengan menggunakan kredit bank terutama barang persediaan yang akan dijual menjelang lebaran.
Pemerintah juga diminta memfasilitasi pengaturan tempat berjualan sementara karena dikhawatirkan ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari peristiwa kebakaran tersebut.
Menanggapi permintaan ini wakil gubernur yang didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel Suwandi, meminta kerja sama dari para pedagang dan pengelola pasar untuk memberikan data valid jumlah pedagang yang berjualan di pasar tersebut.
Pemprov Sulsel, kata wagub, telah menurunkan tim yang terdiri atas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sulsel dan dinas sosial untuk mendukung tim penanggulangan Pemerintah Kota Makassar terutama terkait penyediaan tempat penampungan sementara.
"Tempat penampungan sementara tidak akan jauh dari sini. Kita berharap dapat cepat berfungsi," ujarnya yang menambahkan konstruksi gedung yang terbakar sudah tidak mungkin lagi untuk digunakan.
Meski nilai kerugian akibat kebakaran belum dapat dipastikan, namun wagub yakin nilai kerugian materi dari kebakaran yang terjadi sejak Senin (27/6) hari ini sangat besar. Berdasarkan pengakuan para pedagang kepada dirinya, jumlah kios yang terbakar di gedung bagian selatan pasar sebanyak 2500 kios. Belum termasuk nilai barang dagangan yang ditampung dalam gudang-gudang di dalam pasar.
Soal tanggungan kredit para pedagang, ia akan mengupayakan untuk berkomunikasi dengan perbankan memberikan kelonggaran tenggat waktu pembayaran.
Belajar dari peristiwa ini dan kebakaran sebelumnya di Pusat Grosir Pasar Butung, ia meminta agar simulasi bencana digelar secara rutin bersama pengelola dan pedagang.
Situasi terakhir di lokasi kejadian, petugas pemadam kebakaran tampak mulai berhasil mengendalikan api yang selama hampir 12 jam terakhir melalap satu bagian gedung pusat perbelanjaan tertua di Makassar itu.
(T.KR-RY/S006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
