WHO Kerja Sama Pemprov Sulbar Antisipasi Flu Burung

id who, pemprov sulbar, flu burung

Mamuju (ANTARA News) - World Health Organization bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk mengantisipasi serangan flu burung di Kabupaten Mamuju.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, Ahmad Azis di Mamuju, Rabu, mengatakan, Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, telah melakukan kerjasama dengan WHO dalam rangka mengantisipasi flu burung dengan melakukan pelatihan antisipasi merebaknya virus flu burung.

"Pelatihan itu telah diikuti petugas dinas kesehatan dari lima kabupaten di Sulbar yang diharapkan dapat mencegah mewabahnya virus flu burung di Mamuju,"katanya.

Menurut dia, Kabupaten Mamuju dinyatakan "suspect" flu burung atau dicurigai diserang virus flu burung setelah dua unggas milik masyarakat ditemukan positif mengidap flu burung di Kota Mamuju.

"Dua unggas yang juga ternak milik masyarakat ditemukan positif flu burung di Kota Mamuju yakni di Jalan Ahmad Kirang Mamuju dan Jalan Mangga, setelah petugas Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), melakukan tes kesehatan unggas milik masyarakat beberapa minggu lalu," katanya.

Menurut dia, petugas Distanak Sulbar menemukan, sebanyak sembilan unggas di beberapa titik di Kota Mamuju lainnya, juga ditemukan susfect flu burung setelah dilakukan tes dengan menggunakan alat tes virus flu burung atau disebut avian influenza.

Bahkan kata dia, pada tahun 2010 yang lalu Mamuju juga diserang virus flu burung yakni di Kelurahan Karema, Kecamatan Simboro Kepulauan, yang mengakibatkan ratusan ayam milik masyarakat di daerah itu ditemukan mati mendadak dalam kondisi mulut ternak itu mengeluarkan lendir akibat virus flu burung.

"Petugas Distanak Kabupaten Mamuju kemudian memusnahkan unggas tersebut dengan cara dibakar, agar virus flu burung yang diderita unggas itu tidak menular keunggas lainnya,"katanya.

Oleh karena itu ia mengatakan, Pemprov Sulbar melalui Dinkes Sulbar melakukan kerjasama dengan WHO yang berniat melakukan antisipasi flu burung di Mamuju agar kesehatan masyarakat di Mamuju yang mengkomsumsi ternak tetap terjaga.

Dia mengatakan, petugas Distanak Provinsi Sulbar juga telah bekerjasama dengan Dinkes Sulbar untuk melakukan antisipasi terhadap ancaman merebaknya virus flu burung di Kota Mamuju itu.

"Distanak Sulbar akan mengantisipasi merebaknya serangan virus flu burung pada ternak unggas milik masyarakat sementara Dinkes Sulbar akan mewaspadai jangan sampai ada warga yang terinfeksi virus tersebut," katanya.
(T.KR-MFH/F003) 

Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar