
Sulsel Rancang Cokelat Untuk Arab

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan sedang merancang produksi cokelat yang disiapkan khusus untuk dipasarkan ke Arab Saudi.
Asisten II Bidang Ekonomi Pemprov Sulsel Amal Natsir di Makassar, Jumat, mengatakan, cokelat yang dikaji oleh pabrik "Cokelat Sayang" di Masamba, Luwu Utara adalah cokelat bercampur kurma.
"Itu direncanakan, kalau sudah memenuhi standar kualitas akan diproduksi. Kurma dibungkus dengan cokelat, kan sudah ada sekarang. Sekarang kita mau kurma di dalam cokelat," ucapnya.
Menurut dia, tidak ada masalah dalam hal menciptakan cita rasa cokelat-kurma, karena pabrik "Cokelat Sayang" sudah sukses melahirkan coklat campur sagu.
Mantan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sulsel ini mengemukakan, cokelat-sagu yang sukses diproduksi di Luwu selanjutnya akan diproduksi massal untuk dipasarkan.
Ia mengemukakan, Disperindag Sulsel sudah menyerahkan bantuan mesin cokelat senilai Rp1 miliar kepada Koperasi Sibali Roseo di Masamba yang dikoordinir H Rusdi pada tahun 2008.
Awalnya, H Rusdi melahirkan empat macam cokelat kemasan untuk konsumsi masyarakat lokal dengan bahan dasar bubuk kakao dicampur dengan susu bubuk, lesitin, dan vanila.
Pabrik "Cokelat Sayang" semakin dikenal, setelah H Rusdi melakukan studi pembuatan cokelat di Kediri, Jawa Timur.
Sukses H Rusdi juga mendorong Disperindag Sulsel melakukan pengadaan pabrik cokelat yang dianggarkan pada Perubahan APBD 2009, dan akan ditempatkan di daerah sentra penghasil kakao di Sulsel seperti, Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Timur.
Amal Natsir berharap, mesin cokelat di Kabupaten Gowa senilai Rp16 miliar bantuan dari Kementerian Perindustrian dapat mendukung rencana pembuatan cokelat-kurma. (T.pso-099/E011)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
