
Kepadatan Pengunjung Bantimurung Picu Kemacetan Lalulintas

Maros (ANTARA News) - Kepadatan pengujung taman wisata alam Bantimurung di Kabupaten Maros, Sulsel memicu kemacetan lalulintas sepanjang lima kilometer di kawasan Mandai.
"Kalau biasanya pengunjung Bantimurung hanya sekitar 500 orang pada hari minggu dalam kondisi normal, kini mencapai tiga kali lipat," kata petugas Pengelola Daya Tarik Wisata Disbudpar Kabupaten Maros, Anwar di Kabupeten Maros, Sulsel, Minggu.
Akibat kepadatan pengunjung di Bantimurung, pada arus balik ke Kota Makassar, yakni di sekitar kawasan Mandai terjadi kemacetan lalulintas yang didominasi kendaraan roda dua dan mobil truk bak terbuka.
Pengguna jalan tersebut, mayoritas warga Kota Makassar yang menggunakan akhir pekan ini untuk berwisata sebelum memasuki bulan Ramadan.
"Minggu ini bisa menjadi minggu terakhir sebelum Ramadan, karena minggu berikutnya mungkin sudah berpuasa," kata salah seorang penggunjung Bantimurung, Amirullah yang terjebak macet di perbatasan Kabupaten Maros dan Kota Makassar.
Kemacetan lalulintas tersebut, baru berakhir di simpang empat jalan tol Ir Sutami dan jalan masuk Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, karena petugas kepolisian di area tersebut sudah turun tangan.
Selain kepadatan pengunjung di Bantimurung, Kabupaten Maros, kawasan Pantai Akarena dan Tanjung Bayam, Makassar juga terjadi peningkatan jumlah kunjungan.
Menurut salah seorang petugas loket di Pantai Akkarena, Rosmawati jumlah karcis masuk yang terjual pada Minggu (24/7) diatas 700 lembar karcis.
"Dalam kondisi normal, hanya sekitar 300 karcis saja. Hal ini sudah menjadi hal yang lazim pada akhir pekan menjelang bulan Ramadan," katanya.(T.S036/S006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
