
Kapasitas Pabrik Pupuk Kakao Sulbar 100 Ton

Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan membangun pabrik pengolahan pupuk kakao pada 2012 dengan kapasitas 100 ribu ton.
Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Selasa, mengatakan, Pemprov Sulbar akan membangun pabrik pengelohan pupuk kakao pada tahun 2012 di Desa Bakengkeng berdekatan dengan Pelabuhan Belang Belang Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.
Ia mengatakan, pembangunan pabrik pupuk kakao yang telah mendapatkan persetujuan dari Wakil Presiden Boediono itu akan dibangun dengan kapasitas 100 ribu ton dan pembangunannya akan mendapatkan alokasi anggaran melalui APBN 2012.
Gubernur menyatakan pembangunan pabrik kakao yang akan menelan anggaran miliaran rupiah itu akan menjadi pabrik pupuk kakao terbesar di Sulawesi. Pabrik ini juga akan memasok kebutuhan pupuk petani kakao yang ada di luar Provinsi Sulbar seperti di Sulawesi Tengah (Sulteng) bahkan provinsi Sulawesi Selatan (Sulteng).
Menurut dia, pembangunan pabrik pengolahan pupuk kakao di Sulbar akan diresmikan Mentri Perindustrian, MS Hidayat, setelah lebaran Idul Fitri 1432 hijriah.
Ia mengatakan, Pemprov Sulbar bertekad membangun pabrik pupuk kakao karena salah satu kelemahan petani kakao di daerah ini dalam mengembangkan produksi kakaonya adalah keterbatasan pupuk.
"Program gerakan nasional peningkatan mutu dan produksi kakao yang dicanangkan pemerintah di Sulbar menghadapi keterbatasan pupuk sehingga para petani tidak bisa memaksimalkan produksi kakao," katanya.
Ia mengatakan, dengan akan adanya pengolahan pabrik pupuk kakao tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi kakao di Sulbar dari yang sekarang sekitar 135 ribu ton per tahun.
"Kita berharap petani juga dapat lebih sejahtera dengan adanya pabrik pupuk kakao itu karena produksinya akan semakin meningkat," katanya. (T.KR-MFH/A027)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
