Logo Header Antaranews Makassar

Polres Mamuju Selidiki Kasus Pembobolan Mobil

Rabu, 17 Agustus 2011 05:35 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Jajaran Polres Mamuju, Sulawesi Barat, hingga kini masih melakukan pengembangan atas kasus perampokan serta pembobolan mobil yang terjadi, Rabu, sekitar pukl 15.30 WITA,di jalan jenderal Ahmad Yani Mamuju.

Kasat Reskrim Polres Mamuju, AKP Erwin di Mamuju, mengatakan, hingga kini aparatnya terus melakukan pengembangan atas kasus perampokan yang menimpa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, H. Anwar.

"Korban harus kehilangan uang miliknya senilai Rp234 juta setelah mobil pribadinya yang diparkir di depan kantor Dispenda Sulbar dibobol oleh orang tak dikenal,"kata dia.

Ia mengatakan, dirinya belum mencurigai siapa pelaku atas terjadinya perampokan yang terjadi pada siang bolong itu. Namun, demikian, kemungkinan pelaku yang membawa kabur uang korban tersebut merupakan orang yang sudah ahli melakukan kegiatan perampokan.

"Mereka kemungkinan lebih dari satu orang dan ditengarai merupakan pelaku yang sudah mahir melakukan perampokan sehingga tanpa satu orang pun yang melihat aksi pembobolan kaca jendela mobil itu,"terangnya.

Sementara itu, H. Anwar mengatakan kawanan perampok melakukan aksinya saat sedang memarkir kendaraan roda empat miliknya di depan kantor Samsat Dispenda Sulbar.

Namun ternyata kata dia, saat mobil diparkir justeru dimanfaatkan oleh perampok dengan melakukan pembobolan kaca jendela mobil bagian kanan dan berhasil melarikan uang tunai senilai Rp234 juta pecahan Rp50.000 senilai Rp130 juta dan pecahan Rp100 ribu senilau 104 juta.

"Total uang yang digasak oleh perampok mencapai Rp234 juta sesuai dana yang saya tarik di Bank Negara Indonesia (BNI) Mamuju. Saya tidak menduga aksi perampok begitu cepat karena saya meninggalkan mobil sekitar lima menit,"ungkap Anwar.

Ia menyampaikan, uang miliknya yang ditarik dari BNI tersebut direncanakan untuk melakukan pembayaran pembelian komoditi kakao, namun tak diduga uang tersebut raib setelah disantroni perampok yang beraksi di siang bolong.

Selain uang tunai yang dibawa kabur oleh perampok kata dia, juga melarikan bukti pembayaran transfer angsuran mobil miliknya merek Pajero Sport dengan nomor polisi DD 500 VY berwarna merah.

"Mobil yang saya gunakan merupakan mobil kredit yang baru diangsur selama enam bulan. Bukti pembayaran angsuran pun ikut dibawa kabur oleh pelaku,"kata dia.

Ia mengatakan, dirinya tak mengenal pelaku karena saat kejadian dirinya sedang berada dalam ruangan kantor Samsat Sulbar untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan miliknya.

"Saya mengetahui jika saya telah dirampok saat saya kembali ke mobil untuk mengambil dana karena uang yang saya bawa kurang. Namun setelah saya kembali ke mobil sudah melihat kaca jendela mobil hancur dan uang yang dibungkus kantongan sudah raib,"ungkapnya. (T.KR-ACO/A020)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026