
Jepang Siap Bantu Tenaga Medis Bantaeng
Sabtu, 17 September 2011 04:53 WIB

Kesepakatan tersebut tertuang dalam naskah kerjasama yang ditandatangani Presiden Direktur Iryouhoujinsyadan Sinyukai Hospital Jepang Takahashi Yoshinori Ph.D dengan Direktur RSUD Prof Dr HM Anwar Makkatutu dr HM Syafruddin Nurdin, M.Kes.
Penandatanganan naskah kerjasama berlangsung di rumah jabatan Bupati Bantaeng, Jumat, disaksikan Presiden Direktur KeIAI Medical Instrument Co.Ltd Matsuo Koiwa, Presiden Direktur Srimp Guard Toshinobu Saegusa, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dan Sekda HM Yasin.
Selain itu, hadir pula Wakil Ketua DPRD Bantaeng Darwis, Dandim 1410 Letkol Infantri Mahanom S, Kapolres AKBP Feri Handoko, Kadis Kesehatan dr Hj Takudaeng, M.Kes dan Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se Kabupaten Bantaeng.
Presiden Direktur Iryouhoujinsyadan Sinyukai Hospital Jepang Takahashi Yoshinori mengatakan, kerjasama ini merupakan bagian dari hubungan antarnegara yang sudah berlangsung sejak lama.
Dibanding Amerika dan negara-negara Eropa, Indonesia merupakan negara yang lebih dekat dengan budaya yang hampir sama.
Karena itu, ia berharap, kerjasama untuk peningkatan kapasitas tenaga medis dan paramedis di Bantaeng ini sangat penting, terlebih berbagai penyakit di dunia yang semakin beragam.
Dengan keragaman jenis penyakit tersebut, para dokter dan tenaga medis maupun paramedis dituntut lebih berhati-hati karena salah dalam melakukan diagnose akan berakibat fatal.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik kerjasama kedua belah pihak dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), terutama tenaga medis dan paramedis di daerah ini.
Kerjasama ini sangat penting dalam mengantisipasi kehadiran RS Prof Dr HM Anwar Makkatutu yang dibangun berlantai delapan. "Jangan hanya bangunannya yang megah tetapi peralatan dan pelayanannya juga harus baik," ujarnya.
Bupati mengatakan, kesiapan SDM sangat penting untuk memantapkan RSUD Bantaeng menjadi RS yang memiliki pelayanan berkualitas internasional.
Nurdin Abdullah berharap, mulai 2012 tenaga dokter, perawat dan tenaga medis lainnya dipersiapkan untuk mengikuti pendidikan di Jepang. "Mulai sekarang calon yang akan mengikuti pendidikan sudah harus meningkatkan kemampuan bahasanya, minimal menguasai bahasa Inggris," ucap Bupati Nurdin Abdullah. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
