
Kerjasama RSUD Bantaeng-Jepang tidak Bebani Pemda

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menegaskan, kerjasama antara pihak RSUD Prof Dr HM Anwar Makkatutu dengan Iryouhoujinsyadan Sinyukai Hospital Jepang tidak membebani Pemerintah Daerah (Pemda).
"Saya mengingatkan semua pihak bahwa kerjasama ini semata-mata untuk meningkatkan kapasitas tenaga medis dan paramedis dan tidak membebani negara maupun Pemda," ujarnya pada penandatanganan naskah kerjasama Memorandum of Understanding (MOU) di rumah jabatan Bupati Bantaeng, Jumat.
Penandatanganan MOU tersebut dilakukan Direktur RSUD Prof Dr HM Anwar Makkatutu dr HM Syafruddin Nurdin M.Kes dengan Presiden Direktur Iryouhoujinsyadan Sinyukai Hospital Jepang Takahashi Yoshinori Ph.D.
Penandatanganan naskah kerjasama tersebut disaksikan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Sekda HM Yasin, Presiden Direktur KeIAI Medical Instrument Co.Ltd Matsuo Koiwa, Presiden Direktur Srimp Guard Toshinobu Saegusa.
Selain itu, hadir pula Wakil Ketua DPRD Bantaeng Darwis, Dandim 1410 Letkol Infantri Mahanom S, Kapolres AKBP Feri Handoko, Kadis Kesehatan dr Hj Takudaeng, M.Kes dan Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se Kabupaten Bantaeng.
Menurut Bupati Nurdin Abdullah, kerjasama ini karena kita meminta tolong dan mencoba berbicara dengan beberapa penyandang dana (funding), termasuk Toyota Foundation untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik di selatan Sulsel.
Melalui kerjasama ini, kita berharap akan lebih banyak tenaga medis dan paramedis yang memperoleh pendidikan keterampilan sebab kita butuh banyak tenaga profesional di bidang pelayanan kesehatan, tambahnya.
Ia mengemukakan, pemilihan kerjasama dengan Jepang karena negara ini memiliki perbedaan dengan negara-negara lainnya. "Jepang menjunjung tinggi budaya sehingga sangat memanusiakan manusia," jelasnya.(T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
