Logo Header Antaranews Makassar

AAS Janji Bangun Pabrik Pupuk Kakao

Rabu, 28 September 2011 03:30 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Calon gubernur yang sedang menjabat Anwar Adnan Saleh menjanjikan petani di daerahnya untuk dibangunkan pabrik pengolahan pupuk kakao yang letaknya tak jauh dari kawasan pelabuhan laut Belang-Belang di Mamuju, pada awal 2012.

"Petani kakao di Sulbar tidak akan kesulitan mendapatkan pasokan pupuk yang selama ini menjadi kendala petani di daerah sehingga terjadinya gagal panen akibat penyakit," kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Selasa.

Ia mengatakan hal itu perlu dilakukan sebagai komitmen dirinya untuk menjadikan daerah Sulbar sebagai komoditi penghasil kakao terbesar di Indonesia.

Menurutnya, dirinya sangat mengandalkan tanaman kakao untuk menopang kesejahteraan petani di Sulbar yang saat ini telah menjadi ikon kebanggaan masyarakat Sulbar.

"Tanaman kakao merupakan komoditi unggulan pemprov Sulbar. Makanya, kami melakukan gagasan untuk melahirkan program nasional peningkatan produksi dan mutu kakao yang kala itu dicanangkan langsung oleh Jusuf Kalla, saat menjabat sebagai wakil presiden tahun 2008 silam,"tuturnya.

Untuk menjadikan Sulbar sebagai produses kakao terbesar di Indonesia, kata dia, maka perlu segera dibangun pabrik pengolahan pupuk untuk menunjang produksi hasil panen petani yang ada di Sulbar.

Ia mengatakan, pembangunan pabrik pupuk kakao di Sulbar tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Wakil Presiden Boediono, dan akan mendapatkan alokasi anggaran melalui APBN 2012.

AAS tidak menyebutkan kebutuhan anggaran pembangunan pabrik pupuk kakao tersebut, kecuali mengatakan, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik kakao itu diperkirakan miliaran rupiah karena akan menjadi pabrik pupuk kakao terbesar di Sulawesi.

"Pabrik pupuk kakao yang akan dibangun di Sulbar akan menjadi pabrik terbesar di Sulawesi dan akan menyuplai kebutuhan pupuk petani kakao yang ada di luar Provinsi Sulbar seperti di Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo," katanya.

Menurut dia, Pemprov Sulbar bertekad membangun pabrik pupuk kakao karena salah satu kelemahan petani kakao di daerah ini dalam mengembangkan produksi kakaonya adalah keterbatasan pupuk.

"Program gerakan nasional peningkatan mutu dan produksi kakao yang dicanangkan pemerintah di Sulbar menghadapi keterbatasan pupuk sehingga para petani tidak bisa memaksimalkan produksi kakao," katanya.

Ia mengatakan, dengan akan adanya pengolahan pabrik pupuk kakao tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi kakao di Sulbar dari yang sekarang sekitar 135 ribu ton per tahun.

"Kami sangat yakin dengan akan terbangunnya pabrik pupuk kakao di Mamuju, maka tentu akan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan pendapatan petani kakao yang ada di daerah kita,"pungkas AAS.
(T.KR-ACO/M027)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026