Menteri Pertanian Harapkan Pemda Jembati Petani Jagung

id menteri pertanian suswono, varietas jagung, balitsereal maros

Maros, Sulsel (ANTARA News) - Menteri Pertanian Suswono mengharapkan pemerintah daerah menjembatani penyelesaian persoalan para petani jagung, terutama terkait pemasaran hasil.

"Kalau perlu pemda menyediakan sedikit anggaran untuk membeli dulu produk petani seperti jagung ini," katanya usai melakukan penanaman perdana varietas jagung Bima 515 Sayang dan Bima 14 Batara Hibrida di Balitsereal, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin.

Menurut Menteri Pertanian, petani jagung saat ini relatif lebih baik dengan produksi mencapai delapan ton.  

"Artinya ini menujukkan pasar dalam negeri sendiri masih terbuka. Karena itu, kalau persolan ini dijembatani pemda, saya yakin bisa sama-sama diuntungkan. Biasanya yang diuntungkan para pedagang atau tengkulak bisa mempermainkan harga," katanya.

Ia menyebutkan, seharusnya pemda turun tangan untuk menyabilkan harga sehingga peran pemerintah menjadi sangat penting.    

"Bila di luar dijual lebih murah dan dapat menguntungkan pedagang lebih banyak. Kalau saja dijembatani pemda setempat dengan dihubungkan dengan menghasilkan pakan ternak tentu saja mengurangi nilai impor," ungkapnya.

Menurut dia, untuk data produksi jagung masih berdasar pada Badan Pusat Statistik, sementara kementrian dan balai besar tidak punya data valid. Karena itu, akan dicarikan solusi di masa mendatang untuk mengurangi impor.

"Sering sekali para pelaku usaha sulit mendapatkan pakan ternak yang dihasilkan jangung. Targetnya 2014 medatang bisa surplus jagung di Indonesia terutama di Sulsel," katanya.

Di tempat sama, seorang petani jagung, Burhanuddin mengeluhkan penjualan produksi jagung berada pada level bawah dengan rata rata Rp1.000,- perkilogram dengan alasan harga jagung turun sehingga  anggaran untuk perawatan tanaman sangat minim.

"Kendala lain ada pada modal usaha, tetapi bantuan dari pemda pupuk bersubsidi ada. Yang kami harapkan ada peran lain dari pemerintah daerah untuk mengakomodir hasil produksi kami," katanya.

Bupati Kabupaten Maros HM Hatta Rahman mengungkapkan, pihaknya telah memberikan bantuan kepada masyarakat petani. Namun masukan yang disampaikan Menteri Pertanian terkait dengan talangan dana akan dipertimbangkan.

"Nanti kita coba bagaimana mencarikan solusi para petani jagung sehingga hasilnya dapat dinikmati mereka," katanya. (T.PSO-282/S023)
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar